JAKARTA, SELASA - Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan mahasiswa UKI di Jalan Letjend Soetoyo ke arah Cawang-Tanjung Priok, dikeluhkan masyarakat.
Anas, seorang karyawan swasta, terpaksa memilih jalan sejauh lebih dari 500 meter, daripada tetap berada di angkutan kota yang terjebak macet. "Iya ni, repot jadinya. Pasti telat ke kantor. Tadi saya naik angkot 06 (jurusan Kampung Melayu-Gandaria), karena macet, daripada telat, ya jalan aja deh sampe cawang," katanya yang berjalan tergesa-gesa.
Anas tak sendiri, puluhan bahkan ratusan warga masyarakat lainnya juga melakukan hal yang sama. "Lihat ni, pagi-pagi udah keringetan," keluh Rini, karyawati swasta yang akan menuju kantornya di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan.
Sejumlah motor yang nekat melintas, menyisip di antara sela-sela batang pohon yang menutup jalan, langsung diminta berbalik arah oleh para pria berkulit hitam yang melakukan penjagaan di lokasi aksi. "Balik... Balik... Daripada nekat, motornya dijungkirkan, mau? Sudah banyak yang begitu," kata pria tersebut.
Beberapa motor nekat, melewati jalur busway, yang kini juga sudah diblokir dengan batang pohon. Sementara, beberapa motor lainnya memilih berbalik arah, dan terjebak kemacetan panjang.
"Kalau mau aksi ya yang simpatik. Kita kan sama-sama warga masyarakat. Tolong perhatikan kepentingan kita juga. Kalau aksinya begini, merepotkan ya nggak akan dapat dukungan masyarakat," ungkap Retno, seorang ibu yang turut berjalan kaki ratusan meter.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang