Laporan Wartawan Kompas, Suhartono
JAKARTA,SELASA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meyakinkan sekitar 1.000 pengusaha dalam dan luar negeri untuk menanamkan investasi di Indonesia di berbagai bidang infrastruktur dan perkebunan. Para pengusaha diyakinkan bahwa investasi di Indonesia akan lebih membuka peluang keuntungan yaitu dengan adanya berbagai langkah yang dijanjikan akan dilakukan. Yang diyakinkan kepada para pengusaha dalam dan luar negeri itu di antaranya mulai dari penyederhanaan regulasi dan perizinan, serta perbaikan infrastruktur. Juga perbaikan birokarasi dan pemberantasan korupsi.
Hal itu diungkapkan Wapres Kalla saat berbicara di hadapan sekitar 1.000 investor asal 20 negara di Indonesian Regional Investmen Forum (IRIF) 2008 di sebuah hotel berbintang di Jakarta, Selasa (27/5) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Wapres Kalla didampingi sejumlah menteri kabinet dan pejabat lainnya di antaranya Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita, dan Kepala BKPM Muhammad Luthfi. IRIF yang tercatat kedua dilakukan setelah pertemuan Indonesian Investor Forum tahun 2006, kali ini bertema Real Projects for Real Investors.
Pertemuan kali ini secara khusus dihadiri mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, mantan Wakil PM Malaysia dan yang juga Komisaris Utama Sima Darby Tun Musa Hitam. Serta sejumlah kepala daerah. "Kami terus melakukan perbaikan di banyak hal. Perizinan terus bakan kamin sederhanakan. Infrastruktur akan terus diperbaiki. Birokrasi dan masalah korupsi, memag masih terjadi. Akan tetapi, kami tegaskan bahwa kami terus bekerja keras untuk memperbaiki itu semua. Mana di negara Asia yang begitu banyak melakukan penangkapan mulai dari mantan menteri, gubernur sampai jenderal?" papar Kalla.
Kalla juga optimistis di tengah-tengah kondisi perekonomian sekarang ini, pertumbuhan ekonomi tiga tahun mendatang bisa mencapai 9 persen dari awalnya sekarang 6 persen. "Dalam dua tahun saya nyatakan pemerintah bisa menyelesaikan masalah seperti beban subsidi anggaran yang mencapai 43 persen hanya untuk subsidi pangan dan energi bisa dikurangi dengan dua cara, yaitu konversi minyak tanah dengan gas serta konversi BBM dengan batubara untuk proyek listrik," tambah Kalla.
Indonesia, lanjut Kalla, sekarang ini terbuka peluang untuk para pemilik modal untuk berusaha. "Memang, tidak uang yang dikeluarkan untuk meraih keuntungan, " kata Kalla. Sebagaimana diberitakan, melalui pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia menawarkan peluang investasi kepada investor dalam maupun luar negeri senilai 19 miliar dollar AS atau equivalen sebesar Rp 175 triliun atas 200 proyek infrastruktur di antaranya berupa penyulingan minyak Bojonegoro, perkebunan, jembatan Penajam-Balikpapan, Jembatan Batam-Bintan dan terminal agribisnis Balaraja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang