JAKARTA,SELASA - Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price), yang menjadi patokan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini sudah mencapai 121 dollar AS per barrel. Padahal asumsi ICP dalam APBN-P 2008 sebesar 95 dollar AS per barrel,
Menurut data Epartemen ESDM, Harga rata-rata ICP sementara sampai tanggal 20 Mei 2008 ini adalah 121 dollar AS barrel, sementara rata-rata ICP sementara untuk tahun 2008 adalah 104,03 dollar AS per barrel.
Tingginya harga minyak mentah dunia saat ini menyebabkan alokasi subisidi menjadi membengkak. Dengan asumsi harga ICP dalam APBN-P 2008 sebesar 95 dollar AS per barel, lifting minyak 927 ribu barrel per hari dan volume BBM subsidi sebesar 35,5 juta kilo liter maka subsidi BBM akan mencapai Rp 126,9 triliun.
Dan apabila ICP 100 dollar AS barel, dengan kondisi lifting dan volume BBM subsidi tetap maka subsidi BBM menjadi Rp 138,8 triliun. Sedang jika harga minyak mencapai rata-rata 120 dollar AS per barel sepanjang tahun 2008 maka subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Padahal menurut UU No 16/2008 tentang APBN (P) 2008 yang disetujui DPR, ditetapkan batas maksimal anggaran subsidi BBM hanya sebesar Rp 135,1 triliun.
Berdasarkan hasil kajian Pusat Penelitian Ekonomi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI) selama tahun 2007 setiap kenaikan ICP 1 persen menyebabkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (inflasi) sebesar 0,016 persen pada tingkat signifikan 10 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang