Kompori Ronaldo, MU Adukan Madrid ke FIFA

Kompas.com - 28/05/2008, 02:40 WIB

MANCHESTER, RABU - Manchester United (MU) semakin kebakaran jenggot dengan manuver Real Madrid yang terus mengompori Cristiano Ronaldo agar pindah ke klub tersebut. Sebab itu, MU mengancam akan mengadukan El Real ke FIFA, jika terus membuat Ronaldo tak tenang.

Pelatih Bernd Schuster maupun Presiden Real Madrid, Ramon Calderon, terus menyatakan minatnya untuk membeli Ronaldo. Beberapa media Spanyol, terutama yang berafiliasi ke Madrid, juga sering melempar isu soal kepindahan Ronaldo ke klub itu.

Dalam pernyataannya, MU mengatakan, "Kami mengikuti perkembangan berita dan komentar bahwa Real Madrid tertarik membeli Ronaldo. Ini bagaikan sebuah iritasi. Kami tak punya pilihan lain kecuali mengadukan Madrid ke FIFA, jika mereka terus melakukan manuver tak fair yang mengganggu ketenangan Ronaldo di MU."

"Komentar-komentar mereka (Madrid, Red) yang dipublikasi jelas membuat Ronaldo menjadi tak nyaman dan terganggu. Ini bertentangan dengan aturan dan kami tak mau mentoleransinya lagi. Ronaldo terikat kontrak yang panjang dan dia terdaftar sebagai pemain MU. Dia tak akan dijual," tambah pernyataan itu.

"Tak ada yang meragukan bahwa MU akan melakukan apa saja untuk mempertahankan para bintangnya."

Ronaldo sendiri tidak pernah menyatakan ketegasan soal masa depannya. Padahal, isu tentang kemungkinan pindah ke Madrid sudah berkembang dalam beberapa bulan. Bahkan, ibunya sempat ikut berkomentar dan menginginkan anaknya main di Madrid. Banyak yang menilai, komentar ibu Ronaldo itu bagian dari manuver Madrid.

Ronaldo hanya pernah menyatakan akan menjelaskan sikapnya setelah Liga Champions. Usai kemenangan MU atas Chelsea di final Liga Champions, dia hanya mengatakan, "AKu tak pernah menjanjikan sesuatu. Aku tak pernah menjanjikan sesuatu kepada ibuku, juga kepada para suporter."

Kepala Eksekutif MU, David Gill menegaskan, "Ronaldo masih terikat kontrak selama empat tahun lagi. Dan, dia diproyeksikan akan berada di MU dalam jangka panjang."

"Schuster banyak bicara, Calderon pun begitu. Mereka mengira bisa melakukan cara-cara kotor untuk merayu pemain pindah ke klubnya. Tapi, mereka tak akan bisa melakukannya kepada klub kami," kecam pelatih MU, Alex Ferguson.

"Sebagai sesama klub besar, Barcelona lebih bermoral daripada Real Madrid. Madrid menggunakan surat kabar Marca sebagai kendaraannya untuk memprovokasi pemain klub lain. Madrid bukan satu-satunya klub yang tertarik kepada Ronaldo. Tapi, klub lain tidak melakukan provokasi yang mengganggu," tambah Ferguson. (BBC/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau