TANGERANG, RABU - Dipangkasnya subsidi terhadap pengguna listrik di atas 6.600 kwh membuat pengelola mal harus membuat strategi penghematan. Salah satunya mematikan lift atau tangga berjalan dan pendingin pada jam-jam tertentu.
"Ya karena kita tak mungkin menolak kebijakan itu, kita harus pintar-pintar menggunakan komponen listrik seefektif mungkin. Misalnya mematikan lift mal di tempat tertentu dan jam tertentu pula," ungkap Manajer Humas Lippo Karawaci, Paulus Pandiangan yang mengelola Mal WTC dan Metropolis Town Square, Selasa (27/5).
Keputusan mematikan lift pada jam tertentu, lanjut Paulus, karena pihaknya sudah punya catatan bahwa pada jam-jam dan hari-hari tertentu pengunjung agak sepi. Yang jelas hal itu tak mungkin dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu karena saat itu pengunjung mal lagi ramai-ramainya.
Hal serupa diungkapkan Mohamad Sa'ban, Manajer Admistrasi dan Umum CBD Ciledug. Menurut dia, tidak mungkin jika seluruh komponen listrik diaktifkan secara penuh selama 12 jam. Ada beberapa komponen yang tidak diaktifkan.
Selain lift kata Sa'ban menyebut pendingin ruangan sistem sentral dan pembuangan hawa (exhaust) tidak seluruhnya dihidupkan selama 12 jam. "Saat pengunjung sepi, biasanya hanya beberapa titik pendingin ruangan yang dihidupkan. Terutama pada titik-titik keramaian pengunjung," ucapnya.
Efisiensi penggunaan listrik juga disampaikan pengelola BSD Junction dan ITC BSD. Menurut Manajer Humas BSD, Idham Muchlis, sampai saat ini operasional dua pusat belanja masih cenderung normal. "Tidak ada perubahan penggunaan komponen listrik yang terlalu signifikan. Hanya saja, penggunaan listrik lebih diefektifkan pada jam-jam ramai kunjungan," ucap Muchlis.
Seperti diketahui subsidi penggunaan listrik 6.600 kwh ke atas dicabut. Pengguna listrik itu hanya akan disubsidi jika pengggunaannya tak sampai 840 kwh. Dengan demikian mereka akan dikenai tarif non subdisi sebesar Rp1.380/kwh padahal tarif sebelumnya Rp 575/kwh. Dan pengelola mal paling merasakan dampaknya. Kebijakan PLN itu sudah dilakukan sejak tagihan bulan Mei 2008.
Meski tagihan listrik membengkak karena pencabutan subsidi tersebut, baik Paulus, Sa'ban, dan Idham belum berencana menaikan sewa tempat kepada penyewa mal. Prioritasnya masih dalam bentuk penghematan. Selanjutnya program itu akan mereka tinjau ulang selama dua bulan ke depan. Beban operasional listrik mal di Tangerang sekitar Rp 50.000 - 70.000 per m2 per bulan. (Warta Kota/cel)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang