Bisa Bahasa Inggris, Capello Mulai Melawak

Kompas.com - 28/05/2008, 08:30 WIB

LONDON, RABU - Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, ternyata cukup cepat menguasai bahasa Inggris. Bahkan, dia sudah mulai berani menjawab dengan bahasa Inggris saat temu pers, Selasa (27/5). Tak hanya itu, dia juga mampu menggunakan bahasa kedua itu untuk melawak.

Capello yang selama ini terkesan kaku dan keras, menjadi cair. Dia sering tertawa, tersenyum. Lawakannya pun cukup membuat orang tertawa.

Saat datang ke Inggris, Capello mengaku tak menguasai bahasa asing itu. Tapi, dia sempat berjanji akan segera belajar agar komunikasi dengan para pemain bisa lancar. Para wartawan Inggris dibuat kaget, ternyata dia belajar dengan cepat.

Biasanya dalam wawancara, dia tetap menggunakan bahasa Italia. Capello selalu didampingi penerjemahnya, Danny Tartaglia. Namun kali ini, penerjemahnya itu lebih banyak menganggur. Dia hanya akan bekerja, jika Capello terpaksa berbahasa Italia untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dia sampaikan dengan bahasa Inggris.

Ditanya kenapa dia memberikan peran kapten kepada John Terry (Chelsea). Padahal, Terry baru saja terpukul karena gagal melakukan tendangan penalti di final Liga Champions lawan MU. jawaban Capello dalam bahasa Inggrisnya ternyata lancar, diplomatis, bahkan disisipi lawakan. Sebelum ohn Terry, dia pernah memberikan ban kapten kepada Steven Gerrard (Liverpool), kemudian Rio Ferdinand (Manchester United).

"Terry sedang emosional. Emosi bisa memberi kekuatan besar. Memang sulit menghentikan emosi itu, terkadang malah tak mungkin. Saya juga pernah mengalami saat emosional seperti itu. Ya, saya menangis di Milan seusai pertandingan perpisahan," tuturnya.

Tentang tugas kapten yang diberikan secara bergilir, Capello juga punya jawaban cespleng dalam bahasa Inggris. "Kami punya tiga kapten, dari Liverpool, Manchester United, dan Chelsea. Setelah itu kapten dari Arsenal, tapi itu tak mungkin," ucapnya sambil tertawa.

Para wartawan langsung tertawa. Di antara big four (Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan MU), Capello memang tak mungkin memilih kapten timnas Inggris dari Arsenal. Sebab, klub London itu didominasi pemain asing, bahkan dalam pertandingan bisa menurunkan semua pemain asingnya.

Capello terkenal dengan strategi menyerang balik yang bagus. Biasanya, penyerang yang berbahaya di timnya justru yang bermain agak ke dalam. Dan, dia memang jarang memasang target man yang hanya beroperasi di kotak penalti lawan.

Maka, dia pun ditanya akan menempatkan Wayne Rooney di posisi mana. "Rooney bisa bermain di sayap kanan atau kiri. Dia juga jago sebagai penyerang tengah. Tapi, posisi terbaiknya adalah striker kedua. Akan bagus jika ada satu penyerang di depan dan satu penyerang lagi di belakangnya," jelasnya.

"Potensi Rooney sangat besar. Kepada saya dia mengatakan ingin mencetak lebih banyak gol. Dia ingin menjadi penyerang utama. Dia memang sudah sering menang, tapi itu tak cukup," tambahnya. (AP/HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau