Bank yang Berfundamental Jelek Sulit Bertahan

Kompas.com - 28/05/2008, 10:17 WIB

JAKARTA,RABU - Situasi sulit yang mendera perbankan nasional saat ini dinilai bisa mempercepat proses konsolidasi perbankan. Bank yang tidak memiliki fundamental kuat akan sulit bertahan di tengah meningkatnya suku bunga, inflasi, ketidakpastian pasar keuangan, dan menurunnya laju permintaan kredit.

Ekonom BNI, Ryan Kiryanto, Selasa (27/5) di Jakarta, menjelaskan, jika situasi makin memburuk, misalnya harga minyak terus naik hingga 200 dollar AS per barrel, industri perbankan harus mencari cara untuk bertahan hidup. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah bergabung dengan bank lain, terutama bagi bank yang modalnya minim. ”Dengan aksi seperti ini, bank hasil merger "diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap guncangan," saran Ryan.

Kondisi sulit yang terjadi saat ini berpotensi menekan bank dari berbagai penjuru, seperti meningkatnya kredit bermasalah (NPL), tergerusnya laba dan modal, serta membengkaknya biaya operasional.

Masih cukup kuat

Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad juga mengatakan, kondisi sulit memang bisa mendorong bank saling merger. "Namun, kondisi perbankan sebenarnya masih cukup kuat menghadapi situasi akhir-akhir ini. Pertumbuhan kredit juga diperkirakan masih cukup kuat. Secara keseluruhan, kinerja perbankan Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan industri perbankan negara tetangga," ujarnya.

Konsolidasi melalui merger sebenarnya merupakan salah satu program dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Untuk mendorong merger, BI mensyaratkan mulai tahun 2011 semua bank umum harus memiliki modal minimum Rp 100 miliar. Ryan menambahkan, selain merger, bank juga bisa melakukan efisiensi dan aliansi strategis dengan pihak lain untuk meningkatkan daya tahan dan daya saing. Misalnya, meningkatkan sinergi dengan asuransi atau dengan lembaga keuangan nonbank terkait dengan penyaluran kredit. (FAJ)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau