JAKARTA,RABU - Rupiah Rabu (28/5) sore naik tajam di bawah Rp 9.300 per dollar AS karena pelaku pasar terus memburu rupiah yang didukung oleh aktifnya Bank Indonesia (BI) bermain di pasar. "Aktifnya BI bermain di pasar dalam upaya meningkatkan faktor fundamental keuangan negara yang diikuti oleh aksi beli pelaku pasar sehingga rupiah menguat sampai di bawah Rp 9.300 per dollar AS," kata pengamat pasar uang, Edwin Sinaga seperti dikutip Antara, di Jakarta, Rabu.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik tajam menjadi Rp 9.295/9.300 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya yang mencapai Rp 9.340/9.350 per dollar AS atau naik 45 poin.
Menurut dia, berkurangnya aksi demo mahasiswa mengakibatkan pelaku pasar memburu rupiah yang berlangsung sejak pagi sampai sore. "Kami optimis rupiah akan terus menguat hingga mendekati angka Rp 9.250 per dollar AS," katanya.
Edwin Sinaga mengatakan, target BI menurunkan rupiah hingga di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS saat ini tercapai. "Kami akan melihat berapa lama rupiah berada di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, setelah pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 28,7 persen," katanya.
Kenaikan BBM sebenarnya tidak ada kaitan dengan merosot rupiah beberapa waktu lalu, namun pertumbuhan ekonomi kedepan yang melambat dan merosotnya daya beli masyarakat sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pergerakan rupiah. "Kami akan melihat seberapa lama rupiah akan berada di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS, apabila pengaruh negatif itu terjadi," katanya.
Menurut dia, kenaikan rupiah yang terjadi sejak Selasa setidaknya menjauhi angka Rp 9.400 per dolar AS. Rupiah dikhawatirkan akan terus merosot jika menembus angka tersebut. "Kenaikan rupiah saat ini juga dipicu berkurangnya aksi demo mahasiswa atas kenaikan harga BBM sebesar 28,7 persen," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang