Hamilton Kejar Kharisma Senna

Kompas.com - 28/05/2008, 17:47 WIB

MONAKO, SENIN - Pembalap asal Inggris, Lewis Hamilton memenuhi ambisinya untuk tampil sebagai juara di Monaco, Minggu, seperti yang dilakukan pembalap idolanya, Ayrton Senna.

"Ada dua impian pembalap dalam lomba Formula Satu, pertama memenangi kejuaraan dunia dan kedua menang di Monaco Grand Prix," kata ayah Hamilton, Anthony, kepada wartawan ketika McLaren merayakan hasil lomba Minggu. 

Dalam usia 23 tahun, Hamilton menjadi pembalap F1 termuda yang memenangi perlombaan glamour dan diidamkan semua pembalap untuk dapat tampil di jenjang perlombaan itu. 
   
Nigel Mansell dan Damon Hill, dua pembalap Inggris yang terakhir tampil sebagai pemenang dunia, tidak pernah menang di Monaco termasuk pembalap terkenal mendiang Jim Clark.

Pembalap dari Brasil, Ayrton Senna, juara dunia tiga kali yang tewas dalam kecelakaan di Imola saat mengikuti San Marino Grand Prix 1994 dan merupakan pahlawan balap Hamilton semasa kecilnya, menang di tempat itu enam kali termasuk lima kali berurutan untuk McLaren antara 1989-1993. 
   
"Saya selalu memikirkan Ayrton Senna yang menang di sini beberapa kali dan untuk dapat menang di sini amat menakjubkan," kata Hamilton, yang unggul tiga poin atas pembalapFerrari, Kimi Raikkonen, dalam urutan klasemen sementara pembalap. 

"Saya tidak akan mengatakan tahun depan datang ke sini untuk tidak menang. Saya mengincar kemenangan dan datang lagi ke sini untuk menang. Segala sesuatunya dapat terjadi ddan saya berharap meraih hal spesial di Monaco," katanya. 
    
Era baru
Minggu petang (25/5) lalu, Hamilton membayangkan kemenangan Senna saat ia masih berusia enam tahun, banyak orang menyaksikan bahwa era baru sedang terjadi di Sirkuit Monaco. 
   
Hamilton yang meluncur dari posisi gerak awal ketiga dan sempat menyenggol batas penghalang lintasan yang licin karena hujan, masih dapat unggul hingga bendera finish dikebutkan.  "Lewis menang mengagumkan di Monte Carlo, " kata bos tim saingannya Frank Williams, "Balapan itu amat menegangkan, penuh tekanan dan banyak tembok. Pembalap butuh ketenangan agar tetap mampu mengontrol perlombaan." 

"Michael Schumacher mendominasi perlombaan di sini," kata Williams," Dan era itu sudah berakhir. Lewis memiliki karakter dan kemampuan untuk memenangi perlombaan di Monaco. Ia sedang bangkit." 

Jackie Stewart, juara tiga kali di Monaco, bergabung untuk memuji pembalap muda itu.  "Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak," katanya ketika diminta komentarnya apakah Hamilton dapat mengikuti jejak Senna untuk menang berurutan di Monaco. 
   
"Ia masih berusia 23 tahun dan ia masih memiliki banyak waktu. Ia pun membalap untuk salah satu tim terbaik di dunia," katanya.  "Saya pendukungnya dan ia masih akan berjuang dalam waktu lama," kata Stewart, yang juga pernah menang di Monaco pada musim kedua keikutsertaannya dalam perlombaan itu.  (RTR/ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau