Laporan Wartawan Surya Sugiharto
SIDOARJO, KAMIS - Ribuan warga Porong Sidoarjo memperingati dua tahun tragedi semburan lumpur Lapindo, Kamis (29/5). Mereka menggelar istighotsah di tanggul tak jauh dari jalan tol putus.
Mereka datang dari empat desa yang menjadi korban semburan lumpur yang dimulai pada 29 Mei 2006. Empat desa itu adalah Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Warga berduyun-duyun mendatangi lokasi yang sebelumnya dilintasi jalan tol itu sejak sebelum pukul 06.00. Mereka membawa seluruh keluarga, termasuk anak-anak. Para orangtua juga sempat menunjukkan lokasi rumah mereka yang sejak dua tahun lalu tenggelam dalam lumpur.
Dalam doanya, mereka berharap bisa melewati cobaan itu dengan kuat dan tabah. Mereka juga mendoakan pihak Lapindo agar tidak ingkar janji dan segera mencairkan sisa 80 persen ganti rugi yang belum dibayar. Selain itu mereka berharap lumpur segera berhenti menyembur.
Banyak kalangan diundang dalam acara itu, antara lain anggota Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dan para calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Mereka berharap para calon pemimpin Jawa Timur itu ingat bahwa ada ribuan warganya yang masih menderita. Namun yang terlihat dalam acara itu hanya calon wagub, Ridwan Hisjam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang