JAKARTA,KAMIS - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank Jakarta, sesi sore merosot 15 poin menjadi Rp 9.330/9.330 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.310/9.322, karena pelaku pasar masih melepas mata uang Indonesia.
"Pelaku pasar masih mencari untung dengan melepas rupiah dan membeli dollar AS yang dipicu oleh menguat harga minyak mentah dunia yang mencapai 131 dollar AS per barrel (sebelumnya 128 dolar AS)," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis (29/8).
Menurut dia, rupiah pada hari berikutnya kemungkinan masih akan terkoreksi, karena pelaku khawatir dengan gejolak harga minyak mentah yang kembali menguat mencapai 131 dollar AS per barrel naik dari sebelumnya 128 dollar.
Tekanan negatif terhadap rupiah, lanjut dia juga karena dollar AS terhadap yen dan euro menguat yang terpicu oleh keluarnya data pesanan barang AS yang menguat yang menunjukkan bahwa ekonomi AS mulai tumbuh.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan menjaga rupiah agar tidak terpuruk jauh di atas Rp 9.300 per dollar AS yang didukung dengan meningkatnya cadangan devisa yang semula 54 miliar dollar AS menjadi 84,4 miliar dollar AS. "BI diperkirakan akan masuk pasar melepas cadangan devisanya dengan membeli dollar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah berkurang dan menarik rupiah kembali membaik," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang