JAKARTA, KAMIS - Data terbaru yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan jumlah penduduk miskin tahun ini akan bertambah 4.5 juta orang akibat kenaikan harga BBM. Sehingga, jumlah rakyat miskin totalnya akan menjadi 41,7 juta jiwa.
Menanggapi hal ini, Ketua DPR Agung Laksono menyentil pemerintah, bagaimana dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya diperuntukkan bagi 19,1 juta rakyat miskin? "Tugas pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM. Tinggal kita menunggu action pemerintah terhadap dampak-dampaknya kepada masyarakat. Sekarang, secara mendadak sejumlah orang menjadi miskin, lalu bagaimana denganBLT yang konon cuma untuk 19,1 juta orang?," kata Agung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/5).
Menurut dia, hal ini harus segera ditangani pemerintah. "Pemerintah harus merevisi jumlah penerima BLT, dan kalau revisi itu mengakibatkan dana BLT melebihi dari yang sudah dibahas dengan DPR , harus dikonsutasikan dengan DPR lagi. Setidaknya menyesuaikan dengan keadaan sebenarnya," ujarnya.
Pada penyaluran BLT pascakenaikan BBM ini, pemerintah memang menggunakan data tahun 2005, yang menunjukkan bahwa jumlah rakyat miskin yang berhak menerima BLT hanya 19,1 juta jiwa. Data ini rencananya akan diperbaharui pada September mendatang. Data baru itu baru akan dijadikan acuan bagi penyaluran BLT tahun 2009. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang