Data dan Fakta 22 Tahun Balapan di Mugello

Kompas.com - 29/05/2008, 18:37 WIB

SIRKUIT Mugello sudah menyelenggarakan balapan kelas dunia selama lebih dari dua dekade. Akhir pekan ini, GP Italia tersebut akan mendapat kesempatan yang ke-23 untuk menjadi tuan rumah, dan termasuk delapan kali berturut-turut sejak 1991.

Trek di Italia dengan panjang lintasan 5.245 km ini juga telah menghadirkan banyak balapan mengejutkan dalam sejarah balapan paling bergengsi ini.

Mugello mendapat pengakuan dan bisa selenggarakan kejuaraan dunia mulai musim 1949. Dan, ketika even Grand Prix (GP) diperkenalkan tahun 1976, Mugello langsung masuk kalender tetap.

Berikut sajian fakta dan statistik selama 22 balapan di Mugello.

- Legenda MotoGP, Barry Sheene, merupakan orang pertama yang menang di Mugello. Dengan Suzuki sebagai tunggangannya, dia hanya unggul 0,1 detik dari Phil Read. Ini merupakan jarak terdekat sepanjang sejarah, dalam balapan selama kurang lebih 62 menit.

- Sejak even pertama, hanya Suzuki yang menang lebih dari satu kali di Mugello di mana Kevin Schwantz meraihnya tahun 1992. Di era MotoGP yang menggunakan mesin empat-tak, prestasi terbaik Suzuki diraih tahun lalu ketika John Hopkins finis di urutan lima.

- Yamaha sudah enam kali menang di Mugello; tahun 1978 diraih Kenny Roberts, tahun 1991 dicatat Wayne Rainey dan empat tahun terakhir dicetak oleh Valentino Rossi.

- Honda menjadi pabrikan paling sukses di Mugello. Hingga sekarang, Honda sudah meraih kemenangan 14 kali.

- Dalam tiga tahun terakhir, Ducati berhasil menempatkan seorang pembalap di podium--namun mereka masih mencari kemenangan pertama di kandangnya. Dalam dua tahun terakhir, pembalap Ducati menempati pole position (Sete Gibernau tahun 2006 dan Casey Stoner tahun lalu).

- Hanya Mugello yang merupakan satu dari lima sirkuit untuk kalender balapan tahun ini di mana Bridgestone tak pernah memenangkan MotoGP. Sirkuit lainnya adalah Estoril, Assen, Sachsenring dan Indianapolis.

- Mugello tak bersahabat dengan Kawasaki karena pabrikan ini sangat minim prestasi dalam ajang MotoGP di sirkuit tersebut. Hasil terbaik diraih tahun 2005, ketika Shinya Nakano finis di urutan 10.

- Di Mugello, Mick Doohan enam kali menjadi juara di kelas paling bergengsi. Kesuksesan itu sudah bisa disamakan Valentino Rossi ketika tahun lalu menjadi juara di sirkuit tersebut.

- Valentino Rossi adalah pembalap yang paling sukses di Mugello. Karena, dia pernah merasakan menjadi juara untuk semua kelas balapan yang diikuti, dengan total juara sebanyak delapan kali; di kelas 125cc dan 250cc masing-masing sebanyak satu kali dan enam kali di MotoGP.

- Loris Capirossi adalah pembalap Italia pertama yang meraih kemenangan kelas utama di Mugello, ketika menjadi juara kelas 500cc tahun 2000. Waktu itu, dia harus berjuang ekstra keras melawan dua rival senegaranya, Max Biaggi dan Rossi. Dua pesaingnya itu jatuh di putaran terakhir.

- Rekor kecepatan tertinggi di Mugello adalah 213,1 mph yang dilakukan Alex Barros tahun 2004 dengan Honda.

- Membalap di kelas motor dengan silinder rendah, pembalap-pembalap Italia sangat sukses di Mugello. Mereka sudah mencatat 10 kemenangan di kelas 250cc dan 11 di kelas 125cc. (MG/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau