MALANG, KAMIS - Laga pamungkas babak delapan besar Piala Gubernur Jawa Timur 2008, Kamis (29/5) di Stadion Kanjuruhan Malang ditutup dengan pertemuan Arema melawan Persema Malang. Dalam partai derby Jatim ini, kesebelasan Singo Edan Arema Malang berhasil menundukkan tim sekotanya dengan skor telak 3-0.
Sejak wasit Jumadi Effendi asal Malang meniup peluit dimulainya pertandingan, aroma persaingan kedua tim sangat kental tercium. Gengsi memenangkan pertandingan di kota sendiri, menjadikan kedua tim sama-sama menurunkan skuad terbaiknya.
Kedua kesebelasan pun tampil beringas sejak awal. Lebih dari sepuluh peluang tercipta bagi kedua tim. Hanya saja tampak kematangan Arema sebagai Juara Copa, menjadikan Singo Edan lebih mampu memanfaatkan peluang.
Di menit ke-20, melalui umpan lambung dari kaki Fandy Mochtar, Arema mampu menjebol pertahanan Persema setelah sebelumnya mengecoh kiper Persema, I Komang Putra.
Usai kebobolan, Laskar Ken Arok menunjukkan semangat menggebu untuk membalasnya. Sejumlah pemain Persema seperti Christian Lenglolo, M. Kamri, dan pemain lainnya berkali-kali mencoba menjebol jaring Singo Edan. Namun hingga babak pertama usai, usaha terse but tidak membuahkan hasil.
Usai turun minum, pemain sayap kanan Persema Wawan Sucahyo yang dinilai kurang berkembang, digantikan oleh Aris Budi Prasetya. Postur Aris yang tinggi, diharapkan mampu meredam kecepatan pemain Arema, Fandy Mochtar.
Namun upaya pelatih Persema tersebut justru menjadi bumerang. Aris budi lebih sering gagal mengawal pemain-pemain Arema. Akibatnya, di menit ke 73, striker Arema Emaleu Serge kembali berhasil menjebol gawang I Komang Putra, setelah mampu melewati Aris Budi dan mengecoh stoper Persema, Semme Piere Patrick. Aksi individu Serge yang cantik tersebut membuat Singo Edan unggul 2-0.
Keunggulan Arema kembali bertambah di menit ke-81, saat striker Arema Emile Bertrand Mbamba kembali berhasil melewati Aris Budi dan menipu I Komang Putra. Gol Mbamba menjadikan Arema unggul 3-0 hingga berakhirnya pertandingan.
Partai keras dan cepat itu memaksa wasit mengeluarkan dua kartu merah masing-masing untuk M. Kamri (Persema) dan Jufrianto Tohir (Arema) di menit ke-53. Keduanya dinilai tidak sportif setelah saling melakukan takling berbahaya.
Sedangkan dua kartu kuning diberikan untuk pemain Arema dan tiga kartu kuning untuk pemain Persema.
Dengan kemenangan itu, Arema lolos ke babak semifinal. Arema akan bertemu PSM Makassar, Sabtu (31/5) di GOR Delta Sidoarjo.
"Saya cukup puas dengan pertandingan ini, meski dengan hasil kekalahan. Pertandingan ini bukan menjadi target kami untuk menang. Semua petandingan ini akan menjadi bahan evaluasi kami menuju Divisi Utama," kata Manajer Persema, Hadi Santoso usai pertandingan.
Sementara itu mengomentari kemenangan tersebut, manajemen Arema menganggapnya sebagai salah satu upaya terus membentuk tim terbaik. Namun menghadapi PSM MAkasar di babak semifinal, Asisten Manajer Persema Muhammad Taufan menyatakan pesimismenya.
"Babak semifinal yang digelar setelah sehari delapan besar ini bukanlah jadwal ideal. Ini sangat menguras stamina pemain, sehingga pemain rawan cedera. Sekarang saja sudah banyak pemain kami yang cedera," ujarnya. Ia berharap, ke depan jadwal pertandingan bisa dibuat sebaik mungkin sehingga tidak merugikan tim.
Sejumlah pemain Arema yang sudah menderita cedera adalah Alex Pulalo, Arif Suyono, Ronny Firmansyah, dan Erick Setiawan.
Pada partai sebelumnya, Laskar Angling Dharma Persibo Bojonegoro bermain imbang 0-0 melawan Gresik United. Persibo gagal menunjukkan permainan terbaiknya seperti pada partai sebelumnya.
Dengan hasil seri tersebut, Persibo gagal melaju ke babak semifinal. Sebab dari tiga kali bermain hanya mampu bermain seri. Adapun Gresik United juga harus puas terhenti perjalanannya di Piala Gubernur Jatim 2008 setelah dua kali seri dan sekali kalah.
"Para pemain kami tampil di bawah form dibandingkan pertandingan sebelumnya. Tapi saya tetap bangga walau sejumlah pemain kami masih berstatus seleksi, namun mereka menunjukkan permainan yang bagus," ujar Pelatih Persibo, Gusnul Yakin.
Sementara itu, pelatih Gresik United, Joko Malis mengatakan cukup puas timnya bisa tampil di babak delapan besar Piala Gubernur Jatim. "Meski tidak lolos ke babak selanjutnya, namun masuk delapan besar saja sudah cukup baik. Sejak awal target kami hanya untuk uji coba tim," ujarya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang