Awas, Penebar Ranjau Paku Mengancam

Kompas.com - 30/05/2008, 08:05 WIB

JAKARTA, JUMAT- Di saat kondisi ekonomi susah seperti saat ini, ada orang yang mencari nafkah dengan mengabaikan hati nurani. Mereka menebarkan ranjau paku di jalan, berharap pengendara sepeda motor dan mobil terkena ranjau tersebut.

Hal ini disampaikan Agus, seorang pengguna jalan, kepada Radio Sonora, Jumat (30/5) pagi ini. Di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda arah jalan layang Taman Ria di depan Gedung TVRI banyak pengendara sepeda motor menghentikan laju kendaraannya untuk memunguti paku-paku tersebut. Hal senada disampaikan Suriyono yang melintas di Jalan Kolonel Sugiyono, Jakarta Timur, dari arah Raden Inten ke Pondok Bambu.

Beberapa bulan yang lalu, beberapa anggota polisi Brigade Mobil yang akan apel pagi ke Polda Metro Jaya menjadi korban keganasan para penebar ranjau di Jalan Gatot Subroto.

Seperti dilansir TMC Polda Metro Jaya beberapa lokasi yang sering menjadi tempat aksi mereka adalah:

Jakarta Barat

1.Jalan Letjen S Parman dari RS Harapan Kita arah perempatan Slipi ataupun arah sebaliknya.
2.Jalan Daan Mogot di Layang Pesing hingga perempatan Cengkareng.

Jakarta Selatan

1.Fly over Permata Hijau arah Pondok Indah (depan Masjid Istiqomah).
2.Jalan Prof Satrio (dari Mall Ambassador arah Jalan Casablanca) termasuk terowongan Casablanca ataupun sebaliknya.

Jakarta Timur

1.Jalan MT Haryono dari depan Menara Saidah menuju Kuningan.
2.Jalan Perintis Kemerdekaan selepas perempatan Cempaka Mas hingga Pulo Mas.

Jakarta Pusat

1.Jalan Gatot Subroto dari fly over Taman Ria hingga perempatan lampu merah Kuningan dan arah sebaliknya.
2.Jalan Majapahit (dari Abdul Muis/Ralin menuju Harmoni).
3.Jalan Jenderal Sudirman di jalur lambat sekitar Semanggi dan Dukuh Atas.
4.Jalan Letjen Suprapto di underpass Senen ke Simpang Lima Senen.

Imbauan kepada para pengendara, khususnya sepeda motor, jika akan melintas di daerah rawan ranjau paku:

1.Jangan melintas di lajur kiri, ambil lajur agak ke tengah karena paku biasanya disebarkan di lajur kiri.
2.Jangan pernah melindas barang-barang yang kelihatannya sepele, misalnya bungkus rokok, koran, kantung plastik, atau korek api sebab kemungkinan di dalamnya ada paku.

(SONORA/YUMAR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau