Rupiah Pagi Stabil

Kompas.com - 30/05/2008, 10:09 WIB

JAKARTA,JUMAT - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Jumat (30/5) pagi, cenderung stabil pada Rp 9.310/9.320 per dollar AS, karena pelaku pasar bersikap hati-hati, menyusul melemah harga minyak mentah dunia.

"Turunnya harga minyak mentah dunia menjadi 126 dollar AS per barel mengakibatkan pelaku pasar hati-hati  masuk ke pasar, sehingga pergerakan kedua mata uang itu berada dalam kisaran sempit," kata Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, rupiah seharusnya bisa bergerak naik dengan turunnya harga minyak mentah dunia itu, karena pelaku akan mengurangi minat beli terhadap dollar AS, namun pembelian terhadap rupiah juga relatif kecil. "Namun kondisi ini memberikan peluang bagi rupiah untuk menguat pada penutupan perdagangan sore nanti," katanya.

Posisi rupiah, lanjut dia, dinilai masih berada dalam level yang aman, meski Bank Indonesia (BI) berkeinginan untuk bisa berada di bawah angka Rp 9.300 per dollar AS. "Karena itu, BI diperkirakan akan kembali masuk pasar dengan melepas cadangannya untuk membeli dollar AS agar rupiah bisa di bawah Rp 9.300 per dollar AS," ucapnya.
    
Sulitnya rupiah bergerak naik,  menurut dia, karena belum muncul isu positif dari pasar internal, setelah kenaikan harga bahan bakar minyak sebesar 28,7 persen. Rupiah akan mendapat sentimen positif apabila BI kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate). BI diperkirakan akan menaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 8,50 persen untuk menarik investor asing lebih aktif bermain di pasar uang. Dengan selisih bunga yang semakin besar antara rupiah dan dolar AS, maka investor asing akan tetap eksis di Indonesia. "Kami optimis BI akan  menaikkan BI Rate sebesar itu yang dipicu oleh laju inflasi yang cenderung tinggi pada Mei dan Juni," katanya.

Apabila BI jadi menaikkan lagi BI Rate, menurut dia, maka perbankan akan menaikkan suku bunga kredit, meski kenaikan itu tidak pada waktu yang sama. "Perbankan akan menyesuaikan suku bunga kreditnya pada tiga sampai lima bulan ke depan," ujarnya.
    
Ia mengatakan, rupiah pada sore nanti berpeluang untuk naik, apabila pelaku masuk pasar membeli rupiah, ketimbang dollar AS, karena sentimen positif cenderung berpihak pada mata uang Indonesia. "Kenaikan rupiah diperkirakan tidak besar, karena pelaku masih ingin melihat pasar lebih jauh, terutama terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau