Laporan wartawan Kompas Jean Rizal Layuck
MANADO, JUMAT- Ketua DPRD Sulawesi Utara Syachrial Domopoli kecewa atas sikap Pertamina menghentikan aktivitas distribusi bahan bakar minyak atau BBM se-Sulut menyusul eksekusi tanah depo Pertamina yang sudah dilakukan.
Menurut Domopoli, Pertamina harus bersikap ksatria dan bertanggung jawab atas masalah yang dihadapinya. "Bukan dengan mencari-cari alasan. Jangan korbankan rakyat," katanya.
Dmopoli mengancam akan menggerakkan rakyat untuk berunjuk rasa ke Pertamina jika situasi ini dibiarkan berlarut-larut. Sebab, dampak dari penghentian distribusi BBM itu sangat menyengsarakan masyarakat.
Antrean kendaraan misalnya, terjadi di semua stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) yang masih menjual BBM seperti terlihat di Wanea. Sedangkan sejumlah SPBU lain bahkan sudah tidak menjual BBM karena kehabisan stok.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang