BANTUL, JUMAT - Kasus kelahiran bayi dengan berat badan di bawah normal terus meningkat. Saat ini ada sekitar 33 bayi dengan berat dibawah 2,5 kilogram yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Panembahan Senopati Bantul. Minimnya kesadaran ibu untuk memeriksakan kehamilan menjadi salah satu penyebabnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Rekam Medis RSUD Panembahan Senopati drg Rini Setyaningsih, Jumat (30/5) mengatakan, berat bayi terendah yang pernah dirawat adalah 1,25 Kg. Jumlahnya bayi dengan berat badan minim terus meningkat. "Kami pun terpaksa menambah box bayi dari 14 box menjadi 40 box," katanya.
Bayi-bayi dengan berat minim tersebut biasanya lahir prematur atau kurang dari sembilan bulan. Selain berat badan yang tidak memadai, bayi prematur biasanya juga rawan penyakit sesak nafas. "Sebagian besar pasien berasal dari keluarga miskin karena mereka menggunakan kartu Jamkesmas," katanya.
Di ruang khusus perinatal, bayi-bayi ditaruh dalam ruangan khusus dengan suhu lebih hangat. Beberapa diantaranya ditaruh di inkubator dan diberi infus. "Mereka belum bisa ditaruh dalam ruangan terbuka karena pasti kedinginan. Untuk menghangatkan, kami memberikan penerangan ekstra," kata Budi Astuti, koordinator perawat di bagian perinatal.
Budi menambahkan, karena butuh suhu hangat para ibu juga tidak bisa menyusui langsung. Mereka harus menyedot ASI-nya terlebih dahulu, baru kemudian diberikan ke bayi lewat botol.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bantul, dr Siti Noor Zaenab Syech Said, untuk memantau berat bayi selama di kandungan ibu hamil paling lambat pada usia kandungan 3 bulan sudah harus melakukan pemeriksaan. Selama 9 bulan mengandung, disarankan periksa minimal 4 kali.
Kegiatan pemeriksaan tersebut bisa diperoleh secara cuma-cuma melalui puskesmas karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sudah menggratiskan biaya pemeriksaan bagi ibu hamil sejak tahun 2003. "Dalam pemeriksaan ibu hamil akan mendapatkan vitamin, penambah darah serta suntikan anti tetanus atau TT," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang