Spanduk "Pecat Bakrie" Dipindahkan ke Belukar

Kompas.com - 30/05/2008, 18:54 WIB

JAKARTA, JUMAT - Spanduk selalu menyemarakkan suasana demonstrasi, tak peduli apapun tema yang diusungnya. Spanduk merupakan salah satu sarana bagi demonstran untuk meneriakkan tuntutannya, seperti spanduk yang dibawa oleh massa dari Gerakan Menuntut Keadilan Korban Lapindo.

Pada sore ini mereka mengadakan tahlilan di depan Istana Negara untuk meminta keadilan kepada Tuhan YME atas nasib korban Lumpur Lapindo yang terlunta-lunta selama dua tahun ini. Pada prosesi tahlilan, mereka juga ingin meneriakkan suara hati mereka.  Suara hati itu, mereka teriakkan lewat selembar kain putih yang berbunyi:

"Seruan kepada SBY-Kalla: (1) Paksa Lapindo Brantas Inc memberikan ganti rugi dan memenuhi semua hak korban (2) Menonaktifkan Abu Rizal Bakrie dari kabinet untuk mempercepat proses hukum atas kelalaian yang telah mengakibatkan semburan (3) Sita aset-aset pemegang saham Lapindo Brantas Inc untuk keselamatan korban dan pemulihan kerusakan lingkungan (4) Hentikan semburan dengan biaya Lapindo Brantas Inc."

Spanduk itu ditempatkan di tepi jalan, sehingga pengguna jalan bisa melihatnya. Namun, hal tersebut rupanya tak membuat aparat keamanan senang. Petugas keamanan meminta agar spanduk tersebut dipindahkan ke belakang semak-semak.

"Heran kenapa spanduk kami disuruh dipindahkan padahal itu bentuk aspirasi suara kita. Saya tidak tahu ini mungkin berkaitan dengan salah satu tuntutan kami untuk menonaktifkan Menko Kesra," ujar Edwin Partogi, aktivis Kontras yang turut mendampingi aksi tersebut seusai tahlilal di depan Istana Negara, Jumat (30/5).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau