Kiki Ariawan akan Ditangkap di Australia

Kompas.com - 30/05/2008, 20:58 WIB

JAKARTA, JUMAT - Terpidana kasus Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) Andrian Kiki Ariawan segera ditangkap dan dibawa pulang ke Indonesia. Jika tidak ada aral melintang, pengemplang uang rakyat sebesar Rp 1,9 triliun ini akan dibawa pulang dari Australia ke Indonesia pada bulan Juni nanti.

Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin menjelaskan, dari hasil pertemuan tim teknis antara Indonesia dengan Australia, diperoleh kemajuan yang positif. "Rasanya sudah final (hasilnya). Apa yang kita sampaikan dapat dipahami oleh Australia. Kita tinggal menunggu berita dari sana. Kalau sudah oke (setuju), tinggal penangkapan tersangka," tegas Muchtar di Kejagung, Jakarta, Jumat (30/5).

Prediksi Muchtar, bulan Juni nanti pemerintah Australia sudah menyetujui semua permintaan RI. "Kita prediksi bulan Juni. Setelah itu, tinggal penangkapan tersangka di Australia," tambahnya.

Supaya Andrian Kiki Ariawan tidak melarikan diri, Kejagung sudah meminta bantuan Kejaksaan dan Kepolisian Australia untuk mengawasi keberadaan terpidana seumur hidup ini. Jika nanti Kiki Ariawan sudah berada di tanah air, akan mudah bagi Kejagung untuk melacak aset-aset miliknya.

Adrian Kiki Ariawan adalah terpidana kasus BLBI pada PT Bank Surya. Pada 13 November 2002, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis hukuman penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi dan merugikan negara Rp 1,9 triliun.

Sedangkan untuk kasus korupsi dengan terpidana Hendra Rahardja, Muchtar mengatakan, pengembalian asetnya masih dalam proses pembicaraan Government to Government (G to G) antara Australia dengan Hongkong Soalnya, aset Hendra diketahui pemerintah Australia berada di Hongkong.

"Kalau dengan kita (Australia-Indonesia) sudah clear. Kita sudah mengirim rekening ke Australia. Begitu selesai dengan Hongkong, nanti uang akan ditransfer ke rekening kita," tegas Muchtar. (Persda Network/Yuli Sulistyawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau