PURWOKERTO, JUMAT - Pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Semarang, Jawa Tengah, menurut Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz, patut dicontoh daerah lain. "Di Jawa Tengah baru satu, yakni Semarang, dan tidak terjadi kerusuhan saat pembagian BLT," katanya di Purwokerto, Jumat (30/5).
Proses pembagian BLT di Semarang berjalan lancar meski ada masalah, yakni seorang penerima BLT yang suaminya baru meninggal dunia tidak membawa surat keterangan dari kelurahan sehingga tak bisa dilayani. Permasalahan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dan yang bersangkutan dapat terlayani. "Bahkan di Semarang ada beberapa lurah yang membuka posko di kantor pos sehingga jika ada permasalahan seperti kesalahan penulisan nama dapat segera ditangani dan penerima BLT bisa mendapatkan haknya," katanya.
Selain itu, kepedulian masyarakat di Semarang terhadap pembagian BLT sangat baik yang terlihat dari adanya kelompok-kelompok masyarakat yang membagikan air minum gratis dan adanya posko kesehatan di kantor pos. "Termasuk jumlah tenaga yang memadai sehingga saya mengimbau PT Pos agar saat pencairan tidak hanya mengandalkan tenaga yang ada tetapi juga merekrut tenaga lain," katanya.
Disinggung mengenai jumlah penerima BLT di Jateng, Ali Mufiz mengatakan, terdapat sekitar 3,1 juta rumah tangga sasaran, dan di Semarang 82.665 RTS. Untuk 34 kabupaten atau kota lainnya di Jateng masih harus menunggu dari pemerintah pusat. (ANT)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang