PURWAKARTA, JAKARTA - Pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN APJ Purwakarta terus berlanjut. Jumat (30/5) pagi, pemadaman listrik meliputi wilayah yang terdapat puluhan pabrik di sepanjang jalur Bungursari-Cikopo dan Sadang-Campaka-Subang.
Sejumlah karyawan tekstil urung masuk kerja dan memilih pulang karena perusahaan tempat mereka bekerja berhenti operasi. Belum diketahui berapa nominal kerugian akibat pemadaman listrik secara mendadak tersebut.
”Listriknya mati dari tadi pagi. Belum tahu kapan nyalanya. Semua karyawan produksi dipulangkan,” ungkap Wati (27), karyawati sebuah pabrik tekstil di Jalan Raya Bungursari, kemarin.
Manajer PLN APJ Purwakarta, Indra Sofnil mengakui bahwa proses pemadaman listrik tersebut mendadak sehingga tidak semua pengelola pabrik mendapatkan pemberitahuan lebih dulu. ”Kami sudah berusaha memberitahukan pemadaman ini, namun karena mendadak, masih ada yang kelewatan. Ada juga yang beberapa kali kami hubungi lewat telepon namun tidak ada yang menjawab,” ucapnya, kemarin.
Pemadaman tersebut tidak memperhatikan skala prioritas karena sudah diatur secara bergiliran. Jadi, meskipun di jalur pemadaman listrik itu terdapat unit usaha seperti pabrik tekstil, mereka turut mengalami pemadaman.
Pemadaman listrik Jumat pagi itu berlangsung pukul 07.30-14.00. Pemadaman mencakup wilayah yang masuk jalur Trafo II-Gardu Induk Cikumpay, yaitu meliputi wilayah Ciseureuh, Sadang, Cibungur, Campaka, dan Cikumpay. Selain di Purwakarta, pemadaman serupa juga terjadi di jalur Trafo I Pabuaran meliputi wilayah Sukamandi, dan Pabuaran, Subang.
Indra menjelaskan, pemadaman listrik tersebut karena sistem pembangkit Jawa-Bali tak mampu memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat. Sejak pengumuman kenaikan BBM, kata Indra, konsumsi listrik se-Jawa Barat dan Banten naik dari 4.800 megawatt menjadi 5.500 megawatt. ”Di Purwakarta-Subang sendiri ada kenaikan dari 300 megawatt menjadi 320 megawatt per hari,” paparnya.
Pemadaman listrik itu akan dilakukan sesuai jalur trafo yang ada. Di wilayah Purwakarta-Subang yang menjadi area pelayanan PLN Purwakarta terdapat 13 trafo gardu induk.
Meski pemadaman listrik itu dilakukan mendadak, lanjut Indra, PLN tidak akan memberikan kompensasi apa pun karena hal itu tidak tercantum dalam perjanjian kontrak antara pelanggan dan PLN sebagai distributor listrik negara. ”Kalau pemadaman terjadi selama 3x24 jam berturut-turut, baru ada kompensasinya, karena hal itu sudah diatur dalam perjanjian kontrak antara pelanggan dengan PLN,” ujarnya. (chi)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang