Pabrik Stop Operasi, Buruh Dipulangkan

Kompas.com - 31/05/2008, 08:07 WIB

PURWAKARTA, JAKARTA - Pemadaman listrik secara bergilir oleh PLN APJ Purwakarta terus berlanjut. Jumat (30/5) pagi, pemadaman listrik meliputi wilayah yang terdapat puluhan pabrik di sepanjang jalur Bungursari-Cikopo dan Sadang-Campaka-Subang.

Sejumlah karyawan tekstil urung masuk kerja dan memilih pulang karena perusahaan tempat mereka bekerja berhenti operasi. Belum diketahui berapa nominal kerugian akibat pemadaman listrik secara mendadak tersebut.

”Listriknya mati dari tadi pagi. Belum tahu kapan nyalanya. Semua karyawan produksi dipulangkan,” ungkap Wati (27), karyawati sebuah pabrik tekstil di Jalan Raya Bungursari, kemarin.

Manajer PLN APJ Purwakarta, Indra Sofnil mengakui bahwa proses pemadaman listrik tersebut mendadak sehingga tidak semua pengelola pabrik mendapatkan pemberitahuan lebih dulu. ”Kami sudah berusaha memberitahukan pemadaman ini, namun karena mendadak, masih ada yang kelewatan. Ada juga yang beberapa kali kami hubungi lewat telepon namun tidak ada yang menjawab,” ucapnya, kemarin.

Pemadaman tersebut tidak memperhatikan skala prioritas karena sudah diatur secara bergiliran. Jadi, meskipun di jalur pemadaman listrik itu terdapat unit usaha seperti pabrik tekstil, mereka turut mengalami pemadaman.

Pemadaman listrik Jumat pagi itu berlangsung pukul 07.30-14.00. Pemadaman mencakup wilayah yang masuk jalur Trafo II-Gardu Induk Cikumpay, yaitu meliputi wilayah Ciseureuh, Sadang, Cibungur, Campaka, dan Cikumpay. Selain di Purwakarta, pemadaman serupa juga terjadi di jalur Trafo I Pabuaran meliputi wilayah Sukamandi, dan Pabuaran, Subang.

Indra menjelaskan, pemadaman listrik tersebut karena sistem pembangkit Jawa-Bali tak mampu memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat. Sejak pengumuman kenaikan BBM, kata Indra, konsumsi listrik se-Jawa Barat dan Banten naik dari 4.800 megawatt menjadi 5.500 megawatt. ”Di Purwakarta-Subang sendiri ada kenaikan dari 300 megawatt menjadi 320 megawatt per hari,” paparnya.

Pemadaman listrik itu akan dilakukan sesuai jalur trafo yang ada. Di wilayah Purwakarta-Subang yang menjadi area pelayanan PLN Purwakarta terdapat 13 trafo gardu induk.

Meski pemadaman listrik itu dilakukan mendadak, lanjut Indra, PLN tidak akan memberikan kompensasi apa pun karena hal itu tidak tercantum dalam perjanjian kontrak antara pelanggan dan PLN sebagai distributor listrik negara. ”Kalau pemadaman terjadi selama 3x24 jam berturut-turut, baru ada kompensasinya, karena hal itu sudah diatur dalam perjanjian kontrak antara pelanggan dengan PLN,” ujarnya. (chi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau