MEDAN, MINGGU - Pesawat Batavia Air jenis Air Bus A320 type 400 dengan nomor penerbangan JP-591 jurusan Jakarta-Medan mengalami pecah ban sekitar pukul 10:00 WIB, ketika mendarat di Bandara Polonia, Medan, Minggu (1/6). Sebuah sumber menyebutkan, pesawat yang dipiloti Kapten Hery W tersebut mengalami pecah ban kiri belakang akibat lengketnya rem pesawat.
Pesawat tersebut diawaki oleh tujuh pramugari dan membawa 140 penumpang yang terdiri dari 133 orang dewasa, lima anak-anak dan dua bayi. Salah seorang penumpang, Ahmad, warga NAD mengatakan, pesawat tersebut sempat berputar-putar selama satu jam sebelum mendarat.
Pramugari di pesawat itu mengimbau agar penumpang tidak cemas meski mengumumkan adanya gangguan pada pesawat. Setelah berhasil mendarat, penumpang dikeluarkan melalui pintu darurat dan tidak diperbolehkan membawa tas.
Petugas Dinas Security Bandara Polonia Medan, Sukur Heriadi mengatakan, peristiwa tersebut menyebabkan aktivitas di bandara itu lumpuh total. Menurut dia, pesawat tersebut berhenti di tengah-tengah jalur runway 23 sehingga tidak ada pesawat lain yang dapat mendarat atau terbang dari Bandara Polonia, Medan.
"Saat ini, pihak administratur bandara (Adban) sedang memperbaiki ban pesawat tersebut agar aktivis di Bandara Polonia dapat normal kembali," katanya. Hingga Pukul 14:10 WIB, Adban Bandara Polonia Medan, Yuli Sudoso belum dapat dimintai keterangan mengenai peristiwa yang menimpa pesawat Batavia Air tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang