CHICAGO, SENIN - Pastor Michael Pfleger akhirnya resmi minta maaf atas leluconnya kepada Hillary Clinton pekan lalu. Lelucon itu membuat Barack Obama jadi sasaran kritik.
Saat misa di gerejanya sendiri, Minggu (1/6), Pfleger menjelaskan bahwa ia bukan rasis. Ia juga mengakui bahwa beberapa hari terakhir ini merupakan saat yang menyakitkan baginya. Pfleger mengungkapkan bahwa ia telah menerima 3.000 e-mail berisi kemarahan dan ancaman sejak ia menjadi pengkhotbah tamu di Trinity United Church of Christ, Minggu (25/5) lalu. Dalam kebaktian itu, Pfleger berpura-pura menjadi Hillary yang menangis karena panggungnya dicuri pria kulit hitam.
Dalam permintaan maafnya itu, Pfleger juga memasukkan gerakan teatrikal yang kerap digunakannya dalam berkhotbah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang