AS Coba Bantu Mahasiswa Gaza Raih Fulbright

Kompas.com - 02/06/2008, 01:50 WIB

YERUSALEM, SENIN - Konsulat AS di Yerusalem saat ini sedang berupaya mengeluarkan tujuh mahasiswa Gaza dari blokade Israel agar mereka bisa mendapatkan beasiswa Fulbright yang menjadi hak mereka.

Gisha, sebuah kelompok HAM, Minggu (1/6), memberikan sebuah salinan pesan yang dikirimkan kepada tujuh mahasiswa itu oleh konsulat kepada Associated Press. Dalam pesan itu dikatakan bahwa para pejabat AS sedang mengupayakan izin keluar negeri untuk mereka. Dengan izin itu, mereka bisa pergi ke Yerusalem Timur, lalu mendapatkan visa sehingga bisa melanjutkan studi ke AS.

"Kami bersama Pemerintah Israel mengamankan kerja sama dalam persoalan ini," demikian isi pesan itu. Para pejabat konsulat belum memberikan komentar. Direktur Gisha Sari Bashi menyambut baik janji konsulat untuk membantu. "Gisha mendesak Israel untuk mengizinkan para mahasiswa itu pergi dan belajar di luar negeri," kata Sari.
       
Kamis (29/5), para mahasiswa itu diberi tahu bahwa beasiswa mereka bisa dibatalkan karena mereka tidak mendapatkan izin keluar dari Gaza.
       
Israel telah memblokade Gaza sejak setahun terakhir setelah kelompok Hamas merebut kekuasaan atas wilayah itu. Israel masih membiarkan urusan kemanusiaan melintas batas, namun mahasiswa itu tidak termasuk di dalamnya. Pemerintah Israel mengatakan akan mencari solusi untuk ketujuh mahasiswa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau