YERUSALEM, SENIN - Konsulat AS di Yerusalem saat ini sedang berupaya mengeluarkan tujuh mahasiswa Gaza dari blokade Israel agar mereka bisa mendapatkan beasiswa Fulbright yang menjadi hak mereka.
Gisha, sebuah kelompok HAM, Minggu (1/6), memberikan sebuah salinan pesan yang dikirimkan kepada tujuh mahasiswa itu oleh konsulat kepada Associated Press. Dalam pesan itu dikatakan bahwa para pejabat AS sedang mengupayakan izin keluar negeri untuk mereka. Dengan izin itu, mereka bisa pergi ke Yerusalem Timur, lalu mendapatkan visa sehingga bisa melanjutkan studi ke AS.
"Kami bersama Pemerintah Israel mengamankan kerja sama dalam persoalan ini," demikian isi pesan itu. Para pejabat konsulat belum memberikan komentar. Direktur Gisha Sari Bashi menyambut baik janji konsulat untuk membantu. "Gisha mendesak Israel untuk mengizinkan para mahasiswa itu pergi dan belajar di luar negeri," kata Sari.
Kamis (29/5), para mahasiswa itu diberi tahu bahwa beasiswa mereka bisa dibatalkan karena mereka tidak mendapatkan izin keluar dari Gaza.
Israel telah memblokade Gaza sejak setahun terakhir setelah kelompok Hamas merebut kekuasaan atas wilayah itu. Israel masih membiarkan urusan kemanusiaan melintas batas, namun mahasiswa itu tidak termasuk di dalamnya. Pemerintah Israel mengatakan akan mencari solusi untuk ketujuh mahasiswa itu.