PALANGKARAYA, SENIN - Ongkos produksi usaha mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Kalimantan Tengah naik berkisar empat hingga enam persen akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Belum ada laporan pengurangan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di provinsi tersebut.
"Jumlah UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) di Kalteng saat ini sekitar 195.000 unit," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Yusran, di Palangkaraya, Senin (2/6).
Akibat kenaikan harga BBM, kata Yusran, otomatis pelaku UMKM di Kalteng saat ini berusaha keras untuk bertahan, sebab usaha mereka dipakai untuk bertahan hidup, bukan untuk mencari kekayaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang