JAKARTA, SENIN - Maskapai penerbangan Cathay Pacific tetap memperhatikan perkembangan harga bahan bakar minyak dunia. Per 1 Juni maskapai asal Hong Kong ini naikkan komponen harga BBM (fuel surcharge) sebesar 30 persen.
Hal itu disampaikan Country Manager Cathay Pacific di Indonesia Vincent Y.L. Li dalam kesempatan berjumpa dengan wartawan di Jakarta, Senin (2/6). "Kami akan terus melakukan pemantauan dan melakukan yang terbaik," begitu kata Li seraya menambahkan bahwa maskapai berkode CX ini adalah satu dari lima perusahaan penerbangan di dunia dengan fuel surcharge terendah.
Pada kesempatan sama, Marketing & Passenger Sales Manager Anthony Hanjaya mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pembaruan pelayanan dengan desain kabin baru untuk tiga kelas yang dimiliki yakni utama, bisnis, dan ekonomi. Sebagai bagian dari investasi perusahaan yang kini menjadi pemilik sepenuhnya Dragon Air desain baru itu telah diimplementasikan pada 23 pesawat dengan rute penerbangan jarak jauh, khususnya, seperti ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Kelak, pada 2012, desain kabin terbaru tersebut akan dikonfigurasikan pada total 86 pesawat terbang. Pada www.cathaypacific.com/experience ,masyarakat diajak untuk menikmati kunjungan virtual terkait desain baru ini.
Selain itu, Li juga mengatakan sejak tanggal sama seperti tersebut di atas, Cathay Pacific sudah menerapkan 100 persen tiket elektronik. Upaya ini sejalan dengan kebijakan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA). Diperkirakan, tiket elektronik bakal menyelamatkan sekitar 50 ribu pohon tiap tahun karena penghematan bahan baku kertas untuk tiket tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang