Pameran Dolar Di Sidang Artalyta

Kompas.com - 02/06/2008, 17:54 WIB

Laporan wartawan Persda Network Yuli Sulistyawan
 
JAKARTA, SENIN
- Belum pernah melihat uang sebanyak Rp 6 miliar? Datang saja ke Pengadilan Tipikor saat sidang terdakwa Artalyta Suryani alias Ayin digelar. Selama sidang, uang tersebut selalu dibawa jaksa penuntut asal KPK sebagai bukti adanya suap Ayin terhadap jaksa Urip Tri Gunawan.
 
Uang sebanyak 660.000 dolar AS, disimpan jaksa dalam kotak kertas putih berukuran 30x20 cm dengan tinggi sekitar 20 cm bertuliskan Ades. Uang dalam bentuk dolar itu diikat dengan karet menjadi gepokan-gepokan dan diberi tulisan tiap gepokan. Di atas gepokan, diberi penutup kertas warna coklat.
 
Saat saksi dihadirkan, yakni penyelidik KPK Heri Muryanto, uang sebanyak itu ditunjukkan jaksa penuntut KPK kepada majelis hakim yang dipimpin Mansyurdin Chaniago.
 
Heri Muryanto yang ikut menangkap Urip menceritakan, ketika Urip ditangkap di depan rumah Artalyta yang terletak di Jl Terusan Hang Lekir Blok WG nomor 9, Simprug, Jakarta Selatan, di mobil Urip terdapat kotak bertuliskan Ades.
 
Awalnya, Urip mengatakan kotakan tersebut berisi coklat. Karena tak percaya, tim KPK meminta ketua RT setempat yang diminta menyaksikan penggeledahan, untuk membuka kotak itu. Ketika dibuka, ternyata berisi gepokan uang yang totalnya berjumlah 660.000 dolar AS.
 
Usai persidangan, uang tersebut kembali dimasukkan dalam kotak Ades. Untuk menjaga keamanan, kotak tersebut dimasukkan dalam tas koper yang terkunci. "Kalau uang ini hilang, jabatan saya juga bisa hilang," ujar jaksa Dwi Aries sambil tertawa.

Ketua tim jaksa penuntut KPK yakni Sarjono Turin mengatakan, "Sampai pensiun, gaji kita gak akan dapat segini banyak," celetuknya sambil tertawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau