Sebelas Operasi untuk Manusia Akar Bandar Lampung

Kompas.com - 03/06/2008, 09:23 WIB

BANDAR LAMPUNG, SELASA - Zaenal (39), manusia akar asal Bandar Lampung, telah menjalani operasi pertamanya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Senin (26/5). Menurut rencananya, pria yang masih lajang itu mesti menjalani sepuluh kali operasi lagi untuk mengangkat dan membuang seluruh tonjolan daging yang menyerupai akar pohon  di 70 persen bagian tubuhnya.

Tonjolan daging menyerupai akar pohon itu terutama tumbuh dan membesar di kedua lengan dan kaki hinggga membuat jari kaki dan tangan tertutup tonjolan-tonjolan daging tumbuh. Tonjolan-tonjolan daging ini juga tumbuh di beberapa bagian tubuh Zaenal walaupun tak terlalu besar, antara lain pada kepala dan punggung.

Kepala Tim Dokter Penanganan Manusia Akar RSPAD Gatot Subroto dr Asrofi S Surachman mengungkapkan, apa yang dialami Zaenal ini sama dengan apa yang terjadi pada Dede, manusia akar asal Jawa Barat. Menurutnya, penyakit kulit yang menyerang Zaenal dan Dede secara medik disebut verruca vulgaris generalisata (VVG). "Biasanya penyakit berupa tonjolan daging kecil yang tumbuh ini disebut kutil. Namun, pada Zaenal dan Dede tonjolan ini meluas sangat lebar dan hampir memenuhi bagian tubuh tertentu. Hal ini jarang terjadi," ujarnya.

Asrofi mengatakan, penyakit VVG disebabkan oleh virus menular yang disebut human papiloma virus (HPV). "Sampai saat ini belum diketahui mengapa pada orang-orang tertentu sangat rentan terhadap human papiloma virus, sehingga di seluruh tubuhnya mudah timbul tonjolan daging dan imunitasnya menurun," ujarnya.

Operasi pertama yang telah dijalani Zaenal, menurut dr Asrofi, cukup berhasil dan telah menghilangkan atau mengangkat tonjolan-tonjolan daging yang tumbuh di sepanjang lengan kanan mulai dari pergelangan tangan hingga siku. Setelah tonjolan daging diambil, lengan kanan mulai dari pergelangan hingga siku itu ditutup oleh kulit pelapis yang diambil dari kulit perut warga Jalan Gadjah Mada, Gang Burung 77, Bandar Lampung, itu.

Pada operasi pertama, beberapa tonjolan daging kecil di lengan kanan atas Zaenal juga diangkat dan dihilangkan. Operasi pada Senin (26/5) lalu itu berlangsung enam jam mulai pukul 09.00 sampai 15.00, dan melibatkan 16 dokter spesialis.

"Tonjolan-tonjolan daging tumbuh yang menutupi jari dan telapak tangannya belum kami buang lewat operasi. Tonjolan yang menutupi jari dan telapak tangan Zaenal akan kami buang pada operasi kedua, Senin (16/6) mendatang," ujar dr Asrofi. Dikatakan, rencananya akan ada 11 kali operasi yang mesti dilakukan untuk membuang semua tonjolan daging yang tumbuh di tangan, kaki, dan beberapa bagian tubuh Zaenal. Diperkirakan, penyakit ini sudah diidap Zaenal selama 15 tahun.

Untuk sementara, seluruh biaya perawatan dan operasi akan ditanggung pihak RSPAD. Diperkirakan, seluruh biaya perawatan dan 11 kali operasi ini mencapai sekitar Rp 500 juta. (bum)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau