JAKARTA, SELASA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar menyatakan rasa sedih dan kecewa beratnya setelah calon Gubernur Maluku Utara pasangan yang diusung Partai Golkar, Abdul Gafur, dinyatakan kalah dalam pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) di Provinsi Maluku Utara.
Kekecewaan DPP Partai Golkar itu disampaikan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar Surya Paloh kepada pers, seusai mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla membuka rapat kordinasi teknis (Rakornis) bendahara Partai Golkar di ruang Bhinakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (3/6) pagi.
Saat pers ingin mewawancarai Jusuf Kalla, ia malah menunjuk menunjuk Surya Paloh. Sementara, Kalla sendiri hanya mendengarkan penjelasan Surya Paloh dengan serius tak jauh dari posisi berdiri Surya Paloh. "Tentu, kita sedih, berempati, dan kecewa. Itu satu fakta yang terasa dalam semangat dan emosi para konstituen partai Golkar. Namun, tidak berarti bahwasanya ini suatu hal yang barangkali--katakanlah--kita langsung ambil sikap tidak mengenal lagi hubungan silaturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Surya Paloh.
Diakui Surya Paloh, Partai Golkar sangat prihatin. "Saya kira, ini menjadi perhatian yang sangat besar dari partai untuk tetap bertahan atas ujian yang dihadapi saat ini," tambahnya. Namun begitu, ia menegaskan keyakinannya di masa depan, perjuangan partai Golkar dalam memiliki semangat untuk membangun Indonesia tidak akan berkurang pasca keputusan pemerintah yang mengeceawakan ini.
Kekecewaan petinggi Partai Golkar tampak terlihat sekali ketika kemarin Menteri Dalam Negeri Mardiyanto memutuskan untuk memenangkan pasangan Thayin Harmaini daripada memenangkan pasangan Abdul Gafur yang kemenangannya pernah diakui oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Selama hadir dalam acara pembukaan Rakornis Bendahara Partai Golkar di panggung acara, Kalla bersama Surya Paloh tampak serius sekali mendiskusikan buntut keputusan Mendagri dalam pemilu Maluku Utara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang