Kenapa Kualitas Raskin Jelek?

Kompas.com - 03/06/2008, 16:30 WIB

JAKARTA, SELASA - Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog) Mustafa Abubakar mengakui, penyaluran bantuan raskin adalah tantangan yang berat. Selain teknis penyalurannya, kualitas raskin yang disalurkan pun sering menjadi perdebatan. Namun, Mustafa sendiri terus mengupayakan perbaikan untuk mekanisme bantuan raskin.  "Tahun 2008 ini kita canangkan peningkatan kualitas dan efisiensi," ujar Mustafa dalam diskusi publik mengenai ketahanan pangan di Jakarta, Selasa (3/6).

Menurut Mustafa, kualitas beras yang dimiliki Bulog sebenarnya tidak 100 persen baik. Mustafa mengakui beras dalam negeri maupun impor, sebelumnya, yang dibeli oleh Bulog tidak selalu beras dengan kualitas standar. Berbagai upaya sedang diusahakan oleh Bulog untuk memperoleh kualitas beras yang baik, termasuk dari beras impor tahun lalu dari Thailand.

"Waktu itu saya tolak karena kualitasnya jelek dan mereka wajib membayarkan pembebanan penalti sebesar 700.000  dollar. Sejak itu Thailand nggak pernah kirim beras jelek lagi," ujar Mustafa.

Namun, yang sulit dilakukan adalah menolak membeli beras berkualitas jelek dari para petani. Selama ini, Bulog selalu membeli sejelek apapun kualitas beras para petani. "Jadi diminta longgarkanlah syarat sedikit, supaya petani terbantu. Begitu dilonggarkan, kualitas gabah derajat airnya turun, ini menjadi dilematis," ujar Mustafa.

Di Bulog sendiri, menurut Mustafa, beras-beras tersebut harus disimpan sekitar enam bulan. Mustafa juga mengakui, distribusi beras dari gudang Bulog pun bukan menganut aturan first in-first out. Ketika mendistribusikannya, yang didahulukan adalah beras yang lebih bagus dan disimpan tidak lebih dari enam bulan.

Mustafa bertekad untuk terus memperbaiki mekanisme dan kualitas raskin yang akan didistribusikan, meliputi empat juta kapasitas gudang di seluruh Indonesia. "Meskipun IR 64 yang diberikan asal kualitasnya bagus, sudah bersyukur rakyat kita ini. Ini saja belum beres," tandas Mustafa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau