JAKARTA, SELASA - Dirut Badan Urusan Logistik (Bulog) Mustafa Abubakar mengakui, penyaluran bantuan raskin adalah tantangan yang berat. Selain teknis penyalurannya, kualitas raskin yang disalurkan pun sering menjadi perdebatan. Namun, Mustafa sendiri terus mengupayakan perbaikan untuk mekanisme bantuan raskin. "Tahun 2008 ini kita canangkan peningkatan kualitas dan efisiensi," ujar Mustafa dalam diskusi publik mengenai ketahanan pangan di Jakarta, Selasa (3/6).
Menurut Mustafa, kualitas beras yang dimiliki Bulog sebenarnya tidak 100 persen baik. Mustafa mengakui beras dalam negeri maupun impor, sebelumnya, yang dibeli oleh Bulog tidak selalu beras dengan kualitas standar. Berbagai upaya sedang diusahakan oleh Bulog untuk memperoleh kualitas beras yang baik, termasuk dari beras impor tahun lalu dari Thailand.
"Waktu itu saya tolak karena kualitasnya jelek dan mereka wajib membayarkan pembebanan penalti sebesar 700.000 dollar. Sejak itu Thailand nggak pernah kirim beras jelek lagi," ujar Mustafa.
Namun, yang sulit dilakukan adalah menolak membeli beras berkualitas jelek dari para petani. Selama ini, Bulog selalu membeli sejelek apapun kualitas beras para petani. "Jadi diminta longgarkanlah syarat sedikit, supaya petani terbantu. Begitu dilonggarkan, kualitas gabah derajat airnya turun, ini menjadi dilematis," ujar Mustafa.
Di Bulog sendiri, menurut Mustafa, beras-beras tersebut harus disimpan sekitar enam bulan. Mustafa juga mengakui, distribusi beras dari gudang Bulog pun bukan menganut aturan first in-first out. Ketika mendistribusikannya, yang didahulukan adalah beras yang lebih bagus dan disimpan tidak lebih dari enam bulan.
Mustafa bertekad untuk terus memperbaiki mekanisme dan kualitas raskin yang akan didistribusikan, meliputi empat juta kapasitas gudang di seluruh Indonesia. "Meskipun IR 64 yang diberikan asal kualitasnya bagus, sudah bersyukur rakyat kita ini. Ini saja belum beres," tandas Mustafa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang