15 Ton Raskin Diselewengkan

Kompas.com - 03/06/2008, 18:17 WIB

PONTIANAK, SELASA- Di tengah kesusahan warga miskin yang terhimpit kenaikan harga kebutuhan pokok, ternyata ada mantan kepala desa yang tega menyelewengkan penyaluran beras bagi masyarakat miskin (raskin). Selasa (3/6), pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengungkap penyelewengan distribusi 15 ton raskin.

Raskin yang seharusnya disalurkan ke tujuh kecamatan di Kabupaten Landak tersebut, oleh tersangka AR yang mantan kepala desa, malah dijual ke pabrik mie.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi mengatakan, tersangka awalnya mengaku kalau penjualan raskin tersebut disepakati oleh warga yang seharusnya menerimanya, yakni warga dari Kecamatan Mandor, Pahuman, Darit, Karangan, Sumpak, Ngabang, serta Menjalin. Setelah diselidiki lebih lanjut, tersangka tidak bisa menunjukkan bukti adanya kesepakatan dari warga.

Jika merujuk ketentuan dari pemerintah yang tiap keluarga miskin mendapat jatah 20 kilogram, maka beras 15 ton itu seharusnya disalurkan kepada 750 keluarga miskin.

Tersangka mengambil keuntungan dari beras bersubsidi untuk rakyat miskin itu dengan menjualnya ke pabrik mie seharga Rp 4.850 per kilogram. Padahal beras itu seharusnya dijual ke warga miskin dengan harga Rp 2.500 per kilogram. "Sebelum dijual ke pabrik mie, tersangka sudah mengganti karung beras bersubsidi itu dengan karung baru," kata Suhadi.

Raskin itu saat disita sudah berada di gudang pabrik mie CV Surya Jaya yang berada di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara. Pemilik pabrik, Susanto, masih diperiksa sebagai saksi. Sementara AR yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, minggu ini akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Saat ditanya wartawan, Susanto mengaku tidak mengetahui kalau beras yang dijual oleh AR merupakan raskin. "Saya hanya memesan beras kampung dan membelinya dari AR dengan harga Rp 4.850 per kilogram. Sesaat setelah beras itu dikirim ke sini dan langsung didatangi polisi, baru saya mengetahui kalau beras itu bermasalah, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau