Menhub: Penumpang Pesawat Naik 18 Persen

Kompas.com - 03/06/2008, 18:43 WIB

JAKARTA, SELASA - Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kukuh terhadap keputusan target penumpang pesawat terbang di Indonesia bakal naik 18 persen. Kenaikan harga BBM dunia sampai saat ini dianggap belum mempengaruhi.

Usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Jusman mengatakan, saat ini rute-rute pesawat pada tujuh bandara besar di Indonesia masih penuh dengan penumpang, karenanya belum ada rencana untuk merevisi penumpang target tahun ini.

"Belum ada tanda-tanda penurunan penumpang, misalnya rute ke Medan, Surabaya, Makassar, Bali. Jadi di tujuh bandara besar di Indonesia itu belum ada penurunan penumpang," kata Jusman, Selasa (3/6).

Apakah tahun ini akan ada revisi target? Menhub mengatakan pasti dilakukan. Menurutnya kalau dalam revisi nanti kemungkinannya turun paling banter 2 persen. Target 18 persen tahun ini juga menurun dibanding dengan tahun lalu yang menargetkan jumlah penumpang pesawat di Indonesia sebesar 20 persen. Pada 2007 lalu, jumlah penumpang pesawat terbang di Indonesia mencapai 37 juta penumpang lebih.

Hal ini berbeda dengan target Asosiasi Perusahaan Angkutan Udara Nasional Indonesia (INACA) yang menargetkan kenaikan jumlah penumpang tahun ini hanya mencapai 6 persen saja. Alasan INACA, kenaikan harga BBM menyebabkan harga pokok terus membengkak, akibatnya, banyak pesawat yang dikembalikan ke lessor karena tidak efisien. Karenanya, jumlah penerbangan pun mulai menurun.

Selain itu, kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar 28,7 persen juga menyebabkan masyarakat mulai mengurangi kegiatan bepergian dengan penerbangan.

Hal sama juga diutaraka oleh Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines, Cucuk Suryo Suprojo. Menurut Cucuk, tahun ini penumpang pesawat tidak mungkin naik 18 persen. "Saya memprediksikan hanya satu digit saja. Kalau dua digit kok tidak mungkin," kata Cucuk di Jakarta.

Saat ini, dianggap menjadi masa-masa tersulit dalam dunia penerbangan karena kenaikan harga BBM. Dia memprediksikan, jumlah penumpang akan turun. Karenanya, tambah Cucuk, peningkatan penumpang tidak akan mencapai 10 persen lebih. (Persda Network/ewa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau