Jelang Pilgub, Konvoi Massa Dilarang

Kompas.com - 04/06/2008, 00:36 WIB

SEMARANG, RABU - Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah menetapkan ke lima pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur, memiliki masa kampanye 13 hari rapat terbuka dan satu hari kampanye dialogis mulai 5 Juni sampai 18 Juni 2008.

Kegiatan arak-arakan konvoi pendukung calo n gubernur di jalan-jalan, tidak dianjurkan karena dikhawatirkan rawan bentrok dengan massa pendukung cagub lain.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Jateng, Fitriyah, Selasa (3/6), ketika memaparkan masa kampanye lima pasangan cagub dan cawagub di Semarang mengatakan, selama 13 hari masa kampanye tersebut, KPU hanya mengatur lokasi atau tempat untuk kampanye bagi pasangan calon gubernur dan tim suksesnya.

"Pengaturan lokasi kampanye oleh KPU, dengan membagi wilayah kabupaten dan kota di Jateng menjadi lima wilayah kampanye. Tujuannya, supaya terhindarkan bentrokan antar pendukung usai kampanye mengingat lokasi tiap-tiap kampanye setiap harinya berbeda antar masing-masing cagub," kata Fitriyah.

Pembagian 35 kabupaten dan kota menjadi lima wilayah, sesuai jumlah pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang maju meliputi Wilayah I terdiri Kota Semarang dan sekitarnya, W ilayah II meliputi Kabupaten Grobogan, Pati, Blora dan Sragen dan sekitarnya.

Kemudian Wilayah III terdiri Kota Solo, Sukoharjo, Temanggung, Wonosobo dan sekitarnya, Wilayah IV meliputi Kebumen, Banyumas dan sekitarnya serta Wilayah V masing-masing Kota Pekalongan, Tegal, Brebes dan sekitarnya.

Pada awal masa kampanye dimulai, seluruh cagub dan tim sukses melakuka m kampanye dialogis. Dijadwalkan pada 5 Juni, lima pasangan calon menyampaikan visi dan misi di Rapat Paripurna DPRD Jateng, kemudian debat publik di Hotel Gumaya di Semarang pada malam harinya yang diselenggarakan oleh KPU Jateng.

Cagub HM Tamzil dan Tim Mutiara memulai kampanye pada 6 Juni 2008 mengambil lokasi di wilayah V meliputi Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes. Sebaliknya, menurut Koordinator Tim Media Bambang Sadono, MC Djalidin, Bambang Sadono mengawali kampanye rapat terbuka di Kot a Semarang dan sekitarnya serta mengakhiri kampanye di Solo dan sekitarnya.

Fitriyah menyampaikan, masa kampanye yang sebentar lagi dijalani oleh lima pasangan cagub akan dipantau lebih kurang 18 tim pemantau. Tim pemantau itu sudah mendaftar ke KPU Jateng , termasuk Mappilu -PWI Jateng. Mereka akan bekerja bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jateng yang diketuai Sriyanto Saputro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau