Perselingkuhan Terbongkar, PNS Bunuh Diri

Kompas.com - 04/06/2008, 17:13 WIB

LEWOLEBA, RABU- Hati-hati menggunakan telepon seluler.Apalagi sampai mengirim pesan singkat yang isinya berupa janji kencan atau sejenisnya. Kalau lagi sial, Anda bisa bernasib malang.

Kisah tragis akibat pesan singkat (short message service/SMS) berisi ajakan kencan dengan kekasih gelap yang berujung pada kematian inilah yang dialami seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Konon, Yohanes Balauri (46) yang PNS di Kantor Kecamatan Atadei itu sudah lama menjalin hubungan gelap dengan janda ayu yang sebut saja namanya RK.

Hari Minggu (1/6) sekitar pukul 23.00, Balauri beberapa kali menghubungi RK lewat ponselnya dengan cara melakukan panggilan tak terjawab (miss call). Mungkin karena tak ada jawaban, ia kemudian mengirim SMS. Isinya, sebuah janji bahwa dia akan datang ke rumah RK. Untuk itu, RK diminta menunggu di dapur.

Rupanya, pesan singkat itu terbaca oleh saudara kandung RK yang bernama Damianus Bada dan Yoseph Sir Paji. Menduga ada yang tak beres pada hubungan kakaknya dan Balauri, Yoseph lalu membalas pesan singkat itu. Isinya, sebuah jebakan bahwa RK berjanji akan menunggu di dapur sesuai permintaan Balauri.

Ketika akhirnya Baluari datang, Damianus adn Yoseph yang telah menunggu langsung menghajarnya. Balauri dipukuli bertubi-tubi di bagian wajahnya.Setelah puas, Daminaus dan Yoseph kemudian mengantarkan korban ke rumahnya sekitar pukul 24.00.  Tentu saja, lengkap dengan ceritanya, sehingga Balauri mungkin merasa malu dengan keluarganya.

Menurut keterangan ananya, Lusia Monica, malam itu sang ayah, Balauri, nampak gelisah. Sekitar satu jam kemudian, ia keluar rumah. Pihak keluarga tak begitu menghiraukannya. Senin (2/6) Sekitar pukul 06.00, Balauri ditemukan sudah tewas tergantung di pohon mete di kebunnya.

"Mungkin korban nekat berbuat demikian karena malu, sebab korban termasuk orang yang terpandang, yang sering memberikan nasehat kepada warga setempat," kata Kepala Kepolisian Resor Lembata Ajun Komisaris Besar Geradus Bata Besu yang dihubungi dari Ende, Flores, NTT, Rabu (4/6) siang tadi.

Ditanya mengenai kemungkinan lain penyebab kematian Barauli, Geradus menyatakan, hasil visum menunjukkan bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Sementara itu, Damianus dan Yoseph langsung menyerahkan diri ke Pos Polisi Atadei setelah mengantar Balauri ke rumahnya. "Kedua tersangka sudah ditahan, tapi bukan terkait kematian korban, melainkan karena tindak pidana penganiayaan terhadap korban," kata Geradus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau