Daerah Yang Melaksanakan Pilkada Sebaiknya Tunda Penyaluran BLT

Kompas.com - 04/06/2008, 18:23 WIB

   

TEMANGGUNG, RABU - Daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) sebaiknya menunda kegiatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT). Ini dimaksudkan agar masyarakat tidak kacau dan bingung karena terbentur kepentingan antara harus mengantri untuk BLT dan memberikan hak suaranya.

"Kalau nantinya dipaksakan antara melaksanakan pilkada dan mengantri BLT juga, maka dikhawatirkan justru akan terjadi chaos," ujar Irjen Departemen Sosial Maman Supriatman, dalam acara silaturahmi bersama alim ulama dari 141 pondok pesantren di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Rabu (4/6).

Selain itu, dengan berbagai kesibukan dalam tahapan pilkada, persiapan penyaluran BLT di tingkat kota/kabupaten belum cukup matang. Padahal, sebelum kegiatan ini dijalankan, masyarakat harus benar-benar disiapkan dan diberi pemahaman yang tepat tentang BLT, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berimbas pada kekacauan.

Walaupun begitu, Maman mengatakan, pemerintah pusat tidak memiliki kebijakan untuk menunda penyaluran BLT di daerah-daerah yang melaksanakan pilkada.

"Intinya, semua kami serahkan kepada daerah saja. Jika memang merasa siap, kami pun mempersilakan mereka untuk tetap menyalurkan BLT," paparnya.

Maman mengatakan, penyaluran BLT akan terus dilaksanakan hingga Desember 2008. Hingga akhir tahun ini, jumlah warga miskin yang menjadi sasaran penyaluran mencapai 19,1 juta kepala keluarga (KK).

Saat ini, pendataan KK miskin juga terus dilakukan di berbagai daerah. Maman mengimbau agar dalam pendataan dan pembagian kartu kompensasi bahan bakar minyak, petugas di lapangan juga harus sekaligus melakukan verifikasi.

Sementara ini, program pemberian BLT memang masih mengacu pada data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2005. "Namun, data itu pasti berubah-ubah, yang dulu kaya jadi miskin, dan yang miskin bisa saja mendadak berubah menjadi kaya," tuturnya.

Setelah dilakukan verifikasi, Maman menduga jumlah KK miskin justru kurang dari 19,1 juta jiwa. Sebab, ditengarai dalam pendataan terjadi penggelembungan angka karena banyak orang yang sebenarnya kaya, tetap mengaku miskin.

Bupati Temanggung HM Irfan mengatakan, saat ini Kabupaten Temanggung sudah melakukan pendataan KK miskin dan siap menyalurkan BLT.

"Dipastikan, program penyaluran BLT tahun ini tetap tidak akan terganggu atau tertunda karena pelaksanaan pilkada," paparnya.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau