SEMARANG, RABU - Calon gubernur Jateng, HM Tamzil menyatakan, perlu regulasi kebijakan anggaran di Provinsi Jawa Tengah (Jateng ) supaya mengurangi jumlah penduduk miskin yang kini mencapai 7,5 juta orang. Salah satunya, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah yang melingkupi lebih dari 10 juta orang, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 200 miliar berasal dari APBD Provinsi Jateng.
"Penguatan permodalan bagi usaha mikro, kecil dan menengah serta usahawan muda perlu dilakukan supaya penduduk yang miskin bisa berkurang. Dana itu menjadi kredit murah tanpa modal, yang bisa dinikmati pengusaha kecil antara Rp 1 juta sampai Rp 10 juta per unit usaha," kata calon gubernur HM Tamzil yang diusung koalisi Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional Jateng, Rabu (4/6) pada dialog para calon gubernur Jateng yang berlangsung di Hall Studio TVKU, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.
Hadir dalam dialog itu, cagub Mayjen Purn Agus Soeyitno (PKB), Cawagub Sudharto (PKS dan Partai Demokrat), cawagub HM Adnan (Partai Golkar). Sedangkan cagub Letjen Purn Bibit Waluyo dijagokan PDI-P berhalangan hadir.
HM Tamzil yang juga masih menjabat Bupati Kudus (2003-2008) menjelaskan, masih terdapatnya penduduk miskin di Jateng memang sangat ironis. Provinsi Jateng memiliki kekayaan alam dan sumber daya yang tidak kalah dibanding dengan Provinsi Jatim dan Jabar. Peningkatan APBD Jateng pun terjadi setiap tahun, sampai 2008 kini bisa mencapai lebih Rp 4 triliun.
Dengan jumlah anggaran yang besar, namun masi h terdapat jumlah penduduk miskin dan angka pengangguran sampai 1,6 juta orang menunjukkan perlu ada regulasi kebijakan alokasi anggaran dan belanja provinsi. Oleh karenanya, keberhasilan menyisihkan anggaran sebesar Rp 1 miliar per tahun di Kabupaten Kudus, ternyata menumbuhkan usaha baru di masyarakat maka sangat tepat apabila diterapkan di provinsi Jateng.
Bila tiap pengusaha kecil mengambil kredit tanpa agunan sebesar Rp 10 juta, kewajiban bagi dia merekrut satu tenaga kerja baru dan begitu pula kelipatan dari nilai kreditnya. Di samping itu, intensifikaksi sektor pertanian termasuk bidang perikanan juga mendapat alokasi sama besarnya Rp 200 miliar per tahun, digunakan untuk penyediaan benih padi, subsidi pupuk, pemberdayaan koperasi unit desa dan pena nganan pasca panen petani padi.
Untuk sektor pemberdayaan kaum perempuan di pedesaan, HM Tamzil menawarkan program peningkatan peran posyandu dan layanan kesehatan ibu melalui alokasi dana sebesar Rp 50 miliar dari APBD Jateng. Dana itu sepenuhnya ditujuka n untuk memberdayakan kaum perempuan di bidang layanan kesehatan, juga pendidikan yang tersedia melalui penggunaan kartu pintar (smartcard).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang