MANCHESTER, RABU - Manchester City mengakhiri masa pencarian manajer. Pasalnya, The Citizens telah mendapatkan tanda tangan Mark Hughes yang pada Rabu (4/6) setuju untuk membesut klub tersebut selama tiga tahun ke depan.
Dengan persetujuan itu, maka City sekaligus memupuskan harapan Chelsea. Setelah memecat Avram Grant yang dinilai gagal meskipun sanggup membawa Chelsea menjadi runner-up Premier League serta Liga Champions, The Blues pun mencari manajer baru dan Hughes jadi salah satu incarannya.
Namun Hughes kini sudah berlabuh di City of Manchester. Mantan manajer Blackburn Rovers itu menggantikan posisi Sven-Goran Eriksson yang dipecat.
Sayang, tak disebutkan berapa nilai kontrak dan uang yang harus dikeluarkan City untuk menggaet Hughes. Tetapi pada laporan sebelumnya, Blackburn minta kompensasi sekitar Rp 91 miliar jika City ingin menggaet manajernya tersebut.
"Saya senang dan mengucapkan selamat datang kepada Mark," ungkap Garry Cook yang merupakan chief executive baru City, Rabu (4/6). "Dalam pandangan kami, dia adalah seorang manajer muda yang punya masa depan cerah sehingga dia merupakan target kami untuk mengisi posisi manajer," tambahnya.
Tanda-tanda Hughes akan menjadi manajer City sudah terlihat sejak awal pekan. Namun, pria berusia 44 tahun yang secara resmi akan diperkenalkan kepada media dalam sebuah konferensi pers Kamis (5/6) pagi waktu setempat, baru menyatakan persetujuannya usai melakukan pertemuan dengan Cook pada Selasa (3/6) malam.
"Dia (Hughes) sudah menyatakan kesepakatannya sejak kami bertemu dan membicarakan visi dan ambisi kami untuk membuat Manchester City menjadi sebuah tim top di negara ini. Tak ada kesempatan yang lebih baik lagi di dunia sepakbola. Klub menegaskan akan melakukan investasi dengan membeli pemain-pemain baru yang bisa menjadi kunci di skuad utama," ungkap Cook.
"Mark sudah mengidentifikasi beberapa pemain dan staff yang dia inginkan untuk bergabung dengan City. Kami berharap, apa yang sudah dilakukan Mark (identifikasi,red) akan membantunya. Kami akan segera memulai proses perekrutan," tambah Cook yang berharap pada musim depan City benar-benar jadi tim elite.
Sebenarnya, musim lalu City mengawalinya dengan sangat fantastis. Di bawah kendali Eriksson, The Citizens sempat memimpin klasemen sementara Premier League dan mengakhiri paruh pertama di papan atas. Bahkan dalam derby Manchester, mereka dua kali mengalahkan Manchester United--ini merupakan rekor terbaik sejak musim 1970/71.
Sayang, memasuki putaran kedua prestasi mereka menurun drastis. Secara keseluruhan, mereka mencatat rekor 15 kali menang, 13 imbang dan 10 kali kalah sehingga terlempar dari zona kompetisi Eropa untuk musim depan. (TIC/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang