DENPASAR, KAMIS - Kepala Badan Karantina Departemen Pertanian Syukur Iwantoro mengaku ditantang penyelundup dalam kasus pemusnahan unggas untuk mencegah flu burung.
"Kami ditantang," kata Syukur Iwantoro di Denpasar, Kamis (5/6). Bahkan, seorang penyelundup yang pernah mengatakan kepadanya soal pemusnahan itu. "Dia mengatakan, dua dari tiga truk ditangkap dan satu lainnya lolos. Katanya untuk biaya operasional. Jadi ini kan gila," kata Syukur.
Menurut Syukur, Bali mencatat angka terbesar penyelundupannya untuk unggas karena harganya cukup menjanjikan dibandingkan luar Bali. Harga bisa lebih dari dua kali lipat. "Jadi ini menjadi tantangan kami di Bali dan Indonesia membrantas penyelundup unggas," ujar Syukur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang