Ekspresi Desi Berubah Begitu Berada di Ruang BK

Kompas.com - 05/06/2008, 14:12 WIB

JAKARTA, KAMIS - Ekspresi muka Desi Vridiyanti langsung berubah begitu berada di ruang Badan Kehormatan (BK) DPR RI . Padahal sekejap sebelumnya, yakni saat masih berada di eskalator Gedung Nusantara II, Desi terus menyunggingkan senyumnya ke arah kamera wartawan.

Namun, saat berada di ruang BK, ekspresi Desi mendadak menjadi sendu dan terus menyembunyikan senyumnya. "Loh kok ekspresinya jadi ngenes gitu sih. Tadi, belum sampai atas saja sudah senyam-senyum," celetuk seorang reporter televisi swasta di depan BK, Kamis (5/6).

Meski demikian, dara tersebut tak mau merelakan sorotan kamera yang mengarah ke wajahnya. Jika tahu ada kamera yang sedang menyorotnya, Desi segera menoleh dan menatap kamera itu. Begitu pula saat dipanggil Kompas.com untuk memperoleh gambar yang bagus. Selain itu, Desi juga sempat berdoa di depan kamera wartawan.

Tanpa bersuara, bibirnya komat-kamit membaca kalimat Basmallah dengan ekspresi wajah memelas. Desi siang ini memenuhi panggilan BK DPR untuk memberikan penjelasan mengenai kasus kekerasan seksual yang menimpanya. Dia mengaku telah mengalami pelecehan seksual dengan kekerasan dari anggota Fraksi PDI-P, Max Moein.(BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau