Listrik Padam, Produksi Chevron Terhenti

Kompas.com - 05/06/2008, 16:31 WIB

JAKARTA,KAMIS - Kegiatan produksi lebih dari separuh sumur minyak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) terhenti, akibat tiga generator listrik utama di Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, mengalami kerusakan.

Manager Coordinator Media Relation PT CPI, Hanafi Kadir seperti dikutip Antara, mengakui adanya kerusakan tersebut. Menurut dia, tiga generator utama itu rusak akibat tersambar petir pada Kamis dini hari sekitar pukul 3:30 WIB. "Akibatnya, separuh dari sekitar 7.000 sumur CPI berhenti beroperasi," kata Hanafi.   
   
Menurut dia, kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian cukup besar karena memengaruhi produksi minyak CPI. Ia mengatakan, generator yang rusak tersebut selama ini memasok listrik untuk operasional sumur-sumur minyak milik perusahan yang kini berjumlah sekitar 7.000 sumur.  "Kerugian cukup besar, tapi mengenai rincian kerugian kini sedang dihitung sehingga saya tidak bisa mengatakannya," lanjutnya.

Sebelumnya, Presdir CPI Suwito Anggoro pada kunjungannya ke Pekanbaru pada Februari lalu mengatakan, CPI memproduksi minyak 425.500 barel per hari atau melampaui target rencana kerja dan anggaran (RKA) BP Migas sebesar 415.000 barel per hari pada tahun 2007. Bila diasumsikan angka produksi masih sama di tahun ini, maka dampak kerusakan dapat mengurangi produksi minyak CPI hingga 212.500 barel per hari.

Hanafi melanjutkan, belum ada kepastian kapan pasokan listrik dapat berjalan normal, meski satu dari tiga generator yang rusak sudah dapat beroperasi kembali.  "Bagian kelistrikan CPI terus bekerja keras untuk memperbaiki agar seluruh generator dapat berfungsi kembali," katanya.

Kilang Coastal Plain

Hanafi juga mengakui bahwa kerusakan generator di Duri memengaruhi operasional di ladang minyak blok Coastal Plain Pekanbaru yang dikelola badan operasi bersama (BOB) antara BUMD Pemprov Riau PT Bumi Siak Pusako (BSP) dan Pertamina Hulu. Aliran listrik di blok minyak itu masih terinterkoneksi dengan CPI karena ladang tersebut dulunya pernah dikelola Caltex (sekarang Chevron) sebelum diberikan ke BSP pada Agustus 2002.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau