Forum Umat Islam: Waspadai Intervensi Asing

Kompas.com - 05/06/2008, 19:16 WIB

JAKARTA, KAMIS - Forum Umat Islam mengingatkan agar umat Islam di Indonesia mewaspadai intervensi asing dalam insiden Monas yang terjadi pada hari Minggu (1/6) lalu. Gejala intervensi itu bisa dilihat dari kuasa usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menjenguk korban insiden Monas.

Umat harus mewaspadai segala bentuk intervensi asing dalam insiden Monas dan berbagai upaya pemecahan belahan umat melalui dukungan AS terhadap kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, ujar Sekjend FUI Muhammad Al-Khaththath di Jakarta, Kamis (5/6).

Menurut Khaththath, pasca insiden Monas, yang kemudian diikuti dengan penangkapan 59 anggota Front Pembela I slam bersama pimpinannya Habib Rizieq Shihab, telah menimbulkan konflik horisontal yang makin meluas diantara sesama umat Islam.

"Kita melihat begitu banyak berbagai komentar dan hujatan dari para tokoh yang tidak memahami masalah atau sengaja memojokkan gerakan Islam," ujarnya.

Khaththath kembali mengingatkan, akar dari masalah ini adalah adanya aliran Ahmadiyah yang telah menodai ajaran Islam. Pemerintah, bahkan sudah diperingatkan berulangkali agar segera membuat keputusan untuk membubarkan Ahmadiyah.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau