Barry, Keringat Bau tapi Suka Goda Cewek

Kompas.com - 06/06/2008, 09:08 WIB

BARRY atau Barack Obama punya tempat tersendiri dalam memori teman-teman seangkatannya di SD, kenangan yang lucu dan menyenangkan.
 
Contohnya Sandra Sambuaga (47). Perempuan ini menceritakan kenangan lucu saat kelas III SD, 39 tahun yang lalu, di SDN Menteng 01 Jakarta. “Barry jahil dan suka mencari perhatian perempuan. Dia suka mencubit, menarik-narik rambut, dan menusukkan pensil dari belakang” ujar Sandra yang dihubungi Kompas.com lewat telepon, Kamis (5/6) malam.

Senator Illinois yang juga calon presiden AS dari Partai Demokrat itu juga dikenal sebagai teman yang suka bergaul dan dekat dengan semua teman sekelasnya. Menurut Sandra, Barry sangat baik, suka menolong, dan tidak merasa bahwa ia orang asing.

Sandra menceritakan kegemaran Barry yang suka berlari-lari di sekolah sampai mandi keringat. Sandra juga sering mengejek Barry karena keringatnya bau dengan celetukan, “Kamu bau banget deh.” Tapi Barry cuma tertawa.
Sandra menambahkan bahwa Barry kidal. “Seingat saya, dulu Barry menulis menggunakan tangan kiri, tapi ia sangat pintar menggambar” ujar Sandra.

Meskipun Barry susah berbahasa Indonesia, tapi ia terus berusaha. “Ketika guru menyuruh kami menyanyikan lagu kebangsaan di depan kelas, Barry berusaha menghafalkan lagu yang berjudul Ibu Pertiwi sampai hapal dan akhirnya ia berhasil menyanyikannya di depan kelas” ujar Sandra.

Ketika nama Barack Obama tiba-tiba muncul, Sandra dan teman-temannya kaget. Siapa sangka Barry yang bertugas menghapus papan tulis dan yang suka berlari-larian di sekolah, saat ini menjadi calon Presiden AS. “Kami mencoba mencari tahu tentang siapa Barack Obama lewat internet, setelah kami melihat foto kecilnya tidak salah lagi, Barack Obama adalah Barry” kata Sandra.

Sandra menceritakan bahwa ia dan teman-teman SD-nya memang sering berkumpul untuk reuni. “Paling tidak 3-6 bulan sekali kami berkumpul agar tali silaturahmi tidak terputus” ujar Sandra (47) yang kini menjadi ibu rumah tangga. Menurut Sandra, dengan maraknya pemberitaan Barry, teman-teman seangkatannya jadi semakin sering berkumpul untuk membicarakannya.

Sandra dan teman-temannya ingin memberikan dukungan pada Barry melalui sepucuk surat dan foto yang dikirimkan lewat situs kampanye Barry. Saat ini surat tersebut sudah diterima oleh tim kampanye Barry yang mengirimkan balasan lewat e-mail. “Dalam e-mail-nya, tim kampanye Barry berjanji akan menyampaikan surat dan foto itu kepada Barry” ungkap Sandra.

“Kami akan terus mendukung Barry, kami bangga dan tidak menyangka teman kecil kami menjadi calon presiden, Amerika lagi” ujar Sandra. (C5-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau