PLTD Apung akan Difungsikan Kembali

Kompas.com - 06/06/2008, 16:08 WIB

BANDA ACEH, JUMAT - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang terseret gelombang tsunami sekitar tiga kilometer dari pantai Ule Lheue, Banda Aceh, 26 Desember 2004 akan segera difungsikan kembali setelah mendapat persetujuan dari DPR Aceh.

"Izin prinsip dari Gubernur Irwandi Yusuf untuk memanfaatkan kembali PLTD Apung sudah keluar, hanya tinggal menunggu dukungan DPRA," kata GM PT PLN Persero Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Wahyu Sulaeman di Banda Aceh, Jumat (6/6).

Dia mengatakan, jika persetujuan DPRA diperoleh dan ada investor yang berminat mengelola, PLN dapat segera bergerak mengaktifkan PLTD Apung yang berkapasitas 10 Megawatt (MW) itu sehingga dapat mengatasi defisit listrik di Aceh.

Menurut Wahyu, PLN juga sedang mengkaji beberapa proposal dari pengusaha yang berniat membangun pembangkit listrik baru secara cepat di Banda Aceh guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat konsumen daerah ini.

Kekurangan daya listrik dapat teratasi bila PLTD Apung difungsikan kembali dan PLN sendiri saat ini menerima pasokan energi listrik dari Medan, Sumatera Utara, sebesar 167 MW ditambah 23 MW dari pembangkit Lueng Bata. Aceh akan bebas pemadaman hingga akhir 2008 menunggu pembangkit listrik lain dibangun.

Pemenuhan pasokan listrik akan ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang sudah disiapkan energi transfer dari Medan sekitar 167 MW. Tegangan terakhir yang sampai ke Banda Aceh tidak boleh kurang dari 126 kilovolt agar pelayanan di tingkat tegangan menengah tidak kurang dari 19-19.1 KP.

Untuk jangka panjang, PLN telah menandatangani kesepakatan (MoU) dengan PT Kertas Kraff Aceh (KKA) serta mendesak PT Arun LNG agar mau membagi energi listrik yang dimiliki pembangkit di perusahaan tersebut kepada konsumen daerah ini yang mengalami defisit energi listrik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau