BANDA ACEH, JUMAT - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung yang terseret gelombang tsunami sekitar tiga kilometer dari pantai Ule Lheue, Banda Aceh, 26 Desember 2004 akan segera difungsikan kembali setelah mendapat persetujuan dari DPR Aceh.
"Izin prinsip dari Gubernur Irwandi Yusuf untuk memanfaatkan kembali PLTD Apung sudah keluar, hanya tinggal menunggu dukungan DPRA," kata GM PT PLN Persero Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Wahyu Sulaeman di Banda Aceh, Jumat (6/6).
Dia mengatakan, jika persetujuan DPRA diperoleh dan ada investor yang berminat mengelola, PLN dapat segera bergerak mengaktifkan PLTD Apung yang berkapasitas 10 Megawatt (MW) itu sehingga dapat mengatasi defisit listrik di Aceh.
Menurut Wahyu, PLN juga sedang mengkaji beberapa proposal dari pengusaha yang berniat membangun pembangkit listrik baru secara cepat di Banda Aceh guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat konsumen daerah ini.
Kekurangan daya listrik dapat teratasi bila PLTD Apung difungsikan kembali dan PLN sendiri saat ini menerima pasokan energi listrik dari Medan, Sumatera Utara, sebesar 167 MW ditambah 23 MW dari pembangkit Lueng Bata. Aceh akan bebas pemadaman hingga akhir 2008 menunggu pembangkit listrik lain dibangun.
Pemenuhan pasokan listrik akan ditambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang sudah disiapkan energi transfer dari Medan sekitar 167 MW. Tegangan terakhir yang sampai ke Banda Aceh tidak boleh kurang dari 126 kilovolt agar pelayanan di tingkat tegangan menengah tidak kurang dari 19-19.1 KP.
Untuk jangka panjang, PLN telah menandatangani kesepakatan (MoU) dengan PT Kertas Kraff Aceh (KKA) serta mendesak PT Arun LNG agar mau membagi energi listrik yang dimiliki pembangkit di perusahaan tersebut kepada konsumen daerah ini yang mengalami defisit energi listrik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang