JAKARTA,JUMAT - Badan Pusat Statistik (BPS) tetap akan menggunakan basis perhitungan baru, Survei Biaya Hidup (SBH) 2007, dalam menghitung inflasi tahunan pada bulan Juni sehingga tidak membingungkan pasar. "Nanti pasar bingung harus berpegang kepada angka yang mana, kalau dipublikasikan dalam dua basis perhitungan, SBH 2002 dan SBH 2007," kata Kepala BPS, Rusman Heriawan seperti dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (6/6).
Menurutnya, BPS juga akan menghitung inflasi tahunan Juni dengan basis perhitungan lama, SBH 2002, namun itu hanya untuk kepentingan akademis. "Jadi tidak dipublikasikan," katanya.
Dijelaskannya, pihaknya percaya basis perhitungan yang baru akan membuat angka inflasi lebih akurat. "Secara konsep dan metodologi akan lebih bagus dan tajam ," katanya.
Sementara itu, Deputi Kemeneg PPN/Bappenas bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan, Bambang Widianto menjelaskan, BPS seharusnya membuat perhitungan inflasi tahunan pada bulan Juni nanti dalam dua basis perhitungan, yaitu SBH 2002 dan 2007.
"Mestinya kalau inflasi tahunan, ya berdasarkan dasar perhitungan yang sama," katanya. "Jangan sampai lima bulan pertama 2008 menggunakan SBH 2002 dan tujuh bulan terakhir menggunakan SBH 2007."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang