BPS Tetap Gunakan Basis Perhitungan Baru

Kompas.com - 06/06/2008, 16:48 WIB

JAKARTA,JUMAT - Badan Pusat Statistik (BPS) tetap akan menggunakan basis perhitungan baru, Survei Biaya Hidup (SBH) 2007, dalam menghitung inflasi tahunan pada bulan Juni sehingga tidak membingungkan pasar. "Nanti pasar bingung harus berpegang kepada angka yang mana, kalau dipublikasikan dalam dua basis perhitungan, SBH 2002 dan SBH 2007," kata Kepala BPS, Rusman Heriawan seperti dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (6/6).

Menurutnya, BPS juga akan menghitung inflasi tahunan Juni dengan basis perhitungan lama, SBH 2002, namun itu hanya untuk kepentingan akademis. "Jadi tidak dipublikasikan," katanya.

Dijelaskannya, pihaknya percaya basis perhitungan yang baru akan membuat angka inflasi lebih akurat. "Secara konsep dan metodologi akan lebih bagus dan tajam ," katanya.

Sementara itu, Deputi Kemeneg PPN/Bappenas bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan, Bambang Widianto menjelaskan, BPS seharusnya membuat perhitungan inflasi tahunan pada bulan Juni nanti dalam dua basis perhitungan, yaitu SBH 2002 dan 2007.

"Mestinya kalau inflasi tahunan, ya berdasarkan dasar perhitungan yang sama," katanya. "Jangan sampai lima bulan pertama 2008 menggunakan SBH 2002 dan tujuh bulan terakhir menggunakan SBH 2007."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau