PURWAKARTA, JUMAT – Perampokan bak film laga terjadi di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (6/6). Para pelaku berestafet melarikan uang senilai Rp 100 juta saat dikejar warga dan petugas patroli jalan raya Tol Purbaleunyi.
Peristiwa bermula ketika Dadang Sopian, warga Kampung Ciganea, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, pulang membawa uang Rp 100 juta yang baru dia tarik dari Bank Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Purwakarta. Sebelum pulang, ia memutuskan bertamu ke rumah temannya, Lalam Martakusumah, tak jauh dari rumahnya.
Uang ditinggal di bawah jok mobil Nissan Terrano warna keemasan yang ia parkir di tepi jalan di depan rumah Lalam. Tak lama setelah itu, seorang sopir angkutan kota yang juga mengenal Dadang dan melintas di depan rumah Lalam, mendapati seseorang keluar dari mobil Dadang.
”Sopir angkot itu memberitahu bahwa ada seorang keluar dari mobil dan ban depan kempes. Saya langsung berfirasat uang saya dirampok. Ternyata benar,” kata Dadang.
Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung berhamburan mengejar pelaku yang lari menggunakan sepeda motor B 3553 NV menuju Stasiun Ciganea. Setelah dikejar warga, dua pelaku itu ternyata telah ditunggu oleh mobil Kijang B 8731 OI.
Satu pelaku kabur dengan mobil tersebut bersama seorang sopir. Tetapi satu lainnya tertinggal saat dikejar warga. Andi (29), saksi mata warga Kampung Ciganea mengatakan, warga beramai-ramai mengejar pelaku yang tertinggal yang lari ke sawah-sawah dan menuju jalan tol. Sebagian mengejar mobil kijang yang menuju gerbang tol Jatiluhur.
Estafet
Menurut sejumlah saksi, pelaku terakhir yang dikejar, berhasil kabur karena ternyata telah ditunggu oleh mobil lainnya di tepi tol. Pada saat yang sama, sejumlah mobil petugas patroli jalan raya (PJR) juga mengejar para pelaku yang meluncur di jalan tol menuju ke arah Bandung.
Menurut Kepala Induk PJR Tol Purbaleunyi, Komisaris Edu Ismail, pelaku di mobil pertama singgah di area peristirahatan di kilometer 88 Sukatani. Namun petugas menemukan mobil tersebut dalam keadaan kosong.
Petugas PJR lainnya berhasil menghentikan mobil kedua di sekitar gerbang Tol Padalarang Barat. Namun sopir dan dua penumpang di mobil kedua mengaku tidak mengatahui perampokan tersebut. Mereka juga tidak mengenal pelaku yang menumpang. ”Pengakuannya, mereka hanya memberi tumpangan dari Jatiluhur hingga km 88,” tambah Edu.
Satu pelaku yang naik di mobil kedua, diturunkan di rest area. Dia diduga kabur bersama pelaku lainnya yang menggunakan mobil pertama dari daerah Sukatani Purwakarta.
Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Kepolisian Resor Purwakarta. Polisi mengamankan sepeda motor dan sebuah mobil yang digunakan oleh pelaku.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang