Seru! Perampok Berestafet Bawa Kabur Rp 100 Juta

Kompas.com - 06/06/2008, 21:21 WIB

PURWAKARTA, JUMAT – Perampokan bak film laga terjadi di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (6/6). Para pelaku berestafet melarikan uang senilai Rp 100 juta saat dikejar warga dan petugas patroli jalan raya Tol Purbaleunyi.

Peristiwa bermula ketika Dadang Sopian, warga Kampung Ciganea, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, pulang membawa uang Rp 100 juta yang baru dia tarik dari Bank Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Purwakarta. Sebelum pulang, ia memutuskan bertamu ke rumah temannya, Lalam Martakusumah, tak jauh dari rumahnya.

Uang ditinggal di bawah jok mobil Nissan Terrano warna keemasan yang ia parkir di tepi jalan di depan rumah Lalam. Tak lama setelah itu, seorang sopir angkutan kota yang juga mengenal Dadang dan melintas di depan rumah Lalam, mendapati seseorang keluar dari mobil Dadang.

”Sopir angkot itu memberitahu bahwa ada seorang keluar dari mobil dan ban depan kempes. Saya langsung berfirasat uang saya dirampok. Ternyata benar,” kata Dadang.

Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut langsung berhamburan mengejar pelaku yang lari menggunakan sepeda motor B 3553 NV menuju Stasiun Ciganea. Setelah dikejar warga, dua pelaku itu ternyata telah ditunggu oleh mobil Kijang B 8731 OI.

Satu pelaku kabur dengan mobil tersebut bersama seorang sopir. Tetapi satu lainnya tertinggal saat dikejar warga. Andi (29), saksi mata warga Kampung Ciganea mengatakan, warga beramai-ramai mengejar pelaku yang tertinggal yang lari ke sawah-sawah dan menuju jalan tol. Sebagian mengejar mobil kijang yang menuju gerbang tol Jatiluhur.

Estafet

Menurut sejumlah saksi, pelaku terakhir yang dikejar, berhasil kabur karena ternyata telah ditunggu oleh mobil lainnya di tepi tol. Pada saat yang sama, sejumlah mobil petugas patroli jalan raya (PJR) juga mengejar para pelaku yang meluncur di jalan tol menuju ke arah Bandung.

Menurut Kepala Induk PJR Tol Purbaleunyi, Komisaris Edu Ismail, pelaku di mobil pertama singgah di area peristirahatan di kilometer 88 Sukatani. Namun petugas menemukan mobil tersebut dalam keadaan kosong.

Petugas PJR lainnya berhasil menghentikan mobil kedua di sekitar gerbang Tol Padalarang Barat. Namun sopir dan dua penumpang di mobil kedua mengaku tidak mengatahui perampokan tersebut. Mereka juga tidak mengenal pelaku yang menumpang. ”Pengakuannya, mereka hanya memberi tumpangan dari Jatiluhur hingga km 88,” tambah Edu.

Satu pelaku yang naik di mobil kedua, diturunkan di rest area. Dia diduga kabur bersama pelaku lainnya yang menggunakan mobil pertama dari daerah Sukatani Purwakarta.

Kasus tersebut kini dilimpahkan ke Kepolisian Resor Purwakarta. Polisi mengamankan sepeda motor dan sebuah mobil yang digunakan oleh pelaku.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau