TERNATE, SABTU - Massa pendukung pasangan Abdul Gafur-Abd Rahim Fabanyo terlibat bentrok melawan polisi di depan Kantor Gubernur Maluku Utara di Ternate, Sabtu (7/6). Bentrokan berhasil dihentikan dan massa membubarkan diri setelah Gafur berorasi menenangkan massanya.
Massa Gafur tiba di Kantor Gubernur sekitar pukul 14.40 WIT. Massa meminta polisi membongkar tenda yang disiapkan untuk pelantikan pasangan Thaib Armaiyn-Abdul Ghani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara. Merasa permintaan itu tidak ditanggapi, massa mencoba membongkar barikade kawat berduri di depan Kantor Gubernur. Ketegangan meningkat karena sejumlah orang di barisan belakang massa melemparkan batu ke arah halaman Kantor Gubernur. Emosi massa mereda setelah koordinator aksi menenangkan mereka.
Pada saat yang bersamaan, jip terbuka yang ditumpangi Abdul Gafur dan Abd Rahim Fabanyo tiba di depan Kantor Gubernur. Massa yang histeris mendekati jip itu sambil mengelu-elukan Gafur. Secara tidak terduga, mobil watercanon di dekat jip Gafur menghalau massa dengan menyemprotkan air. Semprotan itu mengenai jip Gafur sehingga membuat massa pendukung Gafur mengamuk.Mereka melempari mobil watercanon dengan batu.
Polisi yang mencoba mengendalikan massa juga dilempari dengan batu. Polisi melepaskan tembakan peluru hampa dan menembakkan sejumlah gas air mata, sehingga massa konsentrasi massa terpecah. Aksi pelemparan berhenti sekitar pukul 14.56 WIT.Massa yang emosional memaki para polisi. Seorang anggota provost yang menenangkan massa sempat ditangkap massa, namun polisi yang lain berhasil memisahkan provost itu dari kepungan massa.
Emosi massa mereda setelah Gafur berorasi. Ia meminta massa tenang, namun ia menegaskan bahwa ia tetap akan melawan rencana pelantikan Thaib Armaiyn sebagai Gubernur Maluku Utara. Massa membubarkan diri sekitar pukul 15.20 WIT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang