Hillary: Dukung Obama Sekarang

Kompas.com - 08/06/2008, 03:20 WIB

WASHINGTON, MINGGU - Hillary Clinton akhirnya menghentikan kampanye dan mendukung penuh Barack Obama sebagai satu-satunya calon presiden AS dari Partai Demokrat.

Meski empat hari lalu ia masih mengklaim sebagai kandidat terkuat, Sabtu (7/6) atau Minggu (8/7) waktu Indonesia, mantan ibu negara itu berjanji menjadi sekutu absolut Obama.

"Sekarang, cara melanjutkan pertempuran untuk mencapai tujuan kita adalah melimpahkan energi, hasrat, kekuatan dan semua yang bisa kita lakukan untuk membantu Barack Obama, presiden Amerika Serikat berikutnya," kata Hillary kepada ratusan pendukungnya yang berkumpul di National Building Museum, tak jauh dari Gedung Putih.

"Hari ini saya hentikan kampanye, saya ucapkan selamat atas kemenangannya dan pertarungan luar biasa yang dijalaninya. Saya dukung dia dan memberikan dukungan penuh di belakangnya dan saya minta Anda sekalian bergabung bersama saya bekerja keras untuk Barack Obama, seperti yang kalian lakukan untuk saya," kata Senator New York itu dalam pidato selama dua menit itu.

Dengan itu dan 13 kali penyebutan nama Obama, Hillary menempatkan diri di belakang senator Illinois yang saat ini menjadi semacam sensasi politik sekaligus warga kulit hitam pertama yang mendapatkan nominasi sebagai calon presiden.

Lalu apa kata Obama. Politisi berusia 46 tahun itu mengaku tergetar dan terhormat atas dukungan Hillary itu. "Saya hormat padanya, atas kampanye gagah berani dan bersejarah yang dia lakukan. Dia sudah menghancurkan semua penghalang demi putri saya dan semua perempuan di mana pun yang sekarang tahu bahwa tidak ada lagi batasan buat mimpi mereka. Ia telah menginspirasi jutaan orang dengan kekuatannya, keberaniannya dan komitmennya yang tak tergoyahkan bagi rakyat Amerika," kata Obama.

Orang-orang dekat Obama mengatakan, suami Michelle itu menyaksikan pidato Hillary secara langsung lewat internet dan mencoba menghubunginya beberapa saat kemudian. Tim kampanye Obama lalu memasang foto Hillary dalam situsnya dan minta para pendukungnya menyampaikan ucapan terima kasih.

Namun bagi Hillary dan pendukungnya, itu merupakan saat paling pahit. Itu merupakan akhir kampanye luar biasa yang diawali dengan aroma kemenangan. Sekitar 18 juta warga Amerika memilih Hillary dan menjadikan perempuan pertama yang paling dekat dengan pencapaian nominasi.

"Meski kita tidak mampu memecahkan atap kaca paling tinggi dan paling keras saat ini, saya ucapkan terima kasih. Atap itu punya 18 juta retakan yang bisa dilewati sinar yang tidak pernah bisa sebelumnya," kata Hillary.

Dalam pidato itu, istri Bill Clinton itu selalu mengulangi bahwa pendukung utamanya adalah adalah perempuan. Dari satu primary ke primary lain, Hillary mendulang dukungan solid dari kelompok perempuan. Hillary pun mengungkapkan, tak sedikit pendukungnya yang berusia 80 sampai 90 tahun yang pada masa mudanya tidak boleh memilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau