Fauzi Bowo Jajal Bus Gandeng

Kompas.com - 08/06/2008, 13:11 WIB

JAKARTA, MINGGU - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjajal bus TransJakarta gandeng pertama yang beroperasi pada peresmiannya di Halte Ancol, Jakarta. Bus dengan jalur Kampung Melayu yang ditumpanginya itu tampak masih kinclong. Kursi plastik berwarna abu-abu dan biru masih bersih. Tak ada bercak atau kotoran yang melekat pada handle kuningnya.

Puluhan pejabat pemda DKI Jakarta pun tak ketinggalan ikut mencoba bus gandeng ini. Banyak pertanyaan yang meluncur dari mulut mereka. "Ini bunyi mesinnya kok kenceng ya?" tanya seseorang yang tak lain adalah wakil walikota siang ini, Minggu (8/6).

Mata para penumpang pun tak lelah menelisik segala penjuru bus gandeng yang berkapasitas 160 orang itu. Satu titik yang menjadi pusat perhatian bagi penumpang bus ini, yaitu bagian sambungannya. Cover sambungannya yang berlipat-lipat itu terlihat mencolok di antara badan bus yang lain. Cover itu berwarna abu-abu muda dan dapat meregang ataupun mengerut mengikuti gerakan bus.

Selain itu, ada tiga pintu pada bus ini. Pintu samping kanan, tengah dan samping kiri. Dua pintu samping digunakan untuk pintu masuk, sedangkan pintu tengah untuk mengeluarkan penumpang. Pada operasi perdananya, petugas sempat kebingungan untuk mengeluarkan dan menaikkan penumpang.

Adapun hari Minggu ini Fauzi Bowo meresmikan sepuluh bus gandeng TransJakarta. Sepuluh bus ini merupakan bus pertama dari 30 bus gandeng yang direncanakan. Sebanyak 13 bus lainnya, saat ini sedang dalam proses produksi dan sisanya akan segera menyusul. (BOB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau