Irak Redam Kekhawatiran Iran terhadap AS

Kompas.com - 08/06/2008, 21:00 WIB

TEHERAN, MINGGU - Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki berupaya meredakan kekhawatiran Iran terhadap proposal kerjasama keamanan AS dengan Irak. Perdana Menteri Nouri al-Maliki menekankan pemerintahnya tidak akan mengijinkan Irak dijadikan lokasi peluncuran serangan bersenjata terhadap Iran.

Ketegasan itu disampaikan oleh al-Maliki saat berada dalam kunjungan kedua kali dalam tahun ini di Iran. Namun, al-Maliki juga akan mengeluhkan kampanye publik Iran menentang kesepakatan keamanan itu sebagai suatu tindakan intervensi terhadap masalah dalam negeri Irak. 

Dalam kunjungannya di Iran tersebut, al-Maliki yang menganut aliran Syiah juga akan menyampaikan dugaan pemerintah AS terhadap pendanaan, pelatihan, serta pemasokan senjata oleh Iran terhadap milisi Syiah di Irak. Iran telah membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan diri sebagai pendukung keamanan dan stabilitas di Irak.

Iran menentang keras kesepakatan keamanan antara Irak dan AS yang dikhawatirkan dapat mengarah pada terbentuknya pangkalan militer permanen AS di Irak. Iran khawatir pasukan AS dapat menggunakan wilayah Irak untuk melancarkan serangan bersenjata ke Iran. Pekan lalu, politisi terkemuka Iran Akbar Hashemi Rafsanjani menjelaskan kesepakatan itu dapat memperdayai Irak.

Al-Maliki berupaya meredam kekhawatiran itu lewat perundingannya dengan Menteri Luar Negeri Iran  Manouchehr Mottaki Sabtu (7/6) kemarin. Al-Maliki menerangkan tidak akan mengijinkan Irak untuk dijadikan wilayah peluncuran serangan bersenjata yang dapat "membahayakan" posisi Iran.

Kantor berita nasional Iran IRNA melaporkan al-Maliki juga berunding dengan Wakil Presiden Iran Parvis Davoodi Minggu (8/6) ini. Dalam perundingan tersebut, Davoodi menerangkan Iran akan selalu menyampaikan dukungannya terhadap Irak. Sementara al-Maliki menyampaikan harapan Irak terhadap bantuan Iran di berbagai bidang yang mencakup politik, budaya, ekonomi serta pertahanan.

Selain itu, al-Maliki dijadwalkan bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Minggu ini. Tiga pekan lalu, Ahmadinejad mengadakan kunjungan ke Irak yang menandai perkembangan hubungan Irak-Iran yang sempat terlibat pertempuran selama 8 tahun di masa kekuasaan Saddam Hussein.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau